Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia bersama Rombongan dari Kemendagri, Kemenkeu, Kemendes PDTT, Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah, dan Inspektorat Kab.Kotim melakukan penilaian terakhir lima Komponen Desa Anti Korupsi terhadap Desa Bagendang Hilir Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur.
Desa Anti Kourpsi akan benar-benar dibina oleh KPK sebagai tempat belajar tentang bagaimana mengelola pemerintah desa secara transparan dan akuntabel. Selain itu optimalisasi dalam memanfaatkan media sosial untuk melakukan transparansi informasi yang dimiliki oleh desa.

Dalam sambutannya Bupati Kotawaringin Timur H.Halikinnor, SH., MM yang dibacakan oleh Asisten I bagian Pemerintahan dan Kesra Setda Kotim mengatakan suatu kebanggan bagi kita semua di Kabupaten Kotawaringin Timur sekaligus juga menjadi beban bagi kita bersama untuk mewujudkan Desa Anti Korupsi di Kotim.
“Desa bagendang hilir nantinya akan menjadi percontohan bagi Desa yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah kami sangat mendukung upaya KPK-RI harapannya Desa bagendang hilir ini akan mendorong desa lain untuk mewujudkan desa anti korupsi”. Kata Rihel

Sementara itu Satgas Desa Anti Korupsi Direktorat Pembinaan Peran serta Masyarakat KPK RI Ariz Dedy Arham menegaskan program Desa Anti Korupsi bukanlah sebuah lomba yang menghasilkan juara. Program ini nantinya akan menetapkan desa-desa yang memenuhi standar sebagai Desa Anti korupsi sehingga bisa menjadi percontohan.
“hari ini adalah penentuan apakah Desa Bagendang Hilir bisa memenuhi 18 indikator penilaian Desa Anti Korupsi tersebut. Saya doakan mudahan hari ini bisa mendapatkan nilai yang bagus sehingga saat hari puncak bisa diundang bersama Ketua KPK”. Tegas Ariz

Kondisi ini sudah berjalan dengan baik dan mendapat tanggapan positif dari masyarakat setempat. Itu ditandai dengan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan masukan bahkan kritik kepada pemerintah desa demi perbaikan. Kemajuan ini pula yang membuat Desa Bagendang Hilir menjadi juara I lomba tingkat desa tingkat kabupaten kotawaringin Timur dan meraih juara III lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.