Monday, 10 January 2022 04:35

Kalahkan 25 Desain, Ini Maskot Yang Terpilih Untuk Porprov 2023 di Kotim

Written by
Rate this item
(0 votes)

SAMPIT – Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah mengeluarkan hasil perlombaan desain maskot untuk pekan olahraga provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diadakan di Kotim pada tahun 2023 mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana lomba desain maskot Koni Kotim yakni Rony Astrian mengatakan, ada 26 desain yang masuk di email panitia lomba. Dan dari sejumlah desain tersebut, telah terpilih satu desain yang akan ditetapkan sebagai maskot Porprov 2023. “Penyerahan hadiah disisipkan pada saat perayaan HUT Kotim di Stadion 29 November hari ini,” kata Rony, Jumat 7 Januari 2022.

Menurutnya, lomba ini dimulai sejak seleksi panitia dan finalisasi desain terbaik dipilih langsung oleh Bupati Kotim Halikinnor.  Desain maskot bergambarkan Burung Tingang karya Mario T Pradana warga Baamang tersebut berhasil mencuri perhatian, terlebih Burung Tingang merupakan ciri khas dari daerah Kotim, sehingga sangat cocok saat Kotim menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Porprov nantinya. “Inspirasi desain Calon Maskot PORPROV XII berasal dari Figur Satwa salah satu spesies Burung Rangkong, yaitu Rangkong Badak / Enggang Badak (Buceros rhinoceros). Itu dijelaskan oleh peserta dalam proposalnya,” ujarnya.

Lanjutnya, satwa ini seringkali disebut Tingang di daerah Kalteng, pada umumnya Burung Enggang digunakan sebagai simbol kebesaran dan kemuliaan suku dayak, melambangkan perdamaian dan persatuan, sayapnya yang tebal melambangkan pemimpin yang selalu melindungi rakyatnya. Sedangkan ekor panjangnya dianggap sebagai tanda kemakmuran rakyat suku Dayak. Burung Enggang juga melambangkan kesetiaan.

Sedangkan untuk makna dari item yang ada pada maskot yaitu Rompi Dayak dan Lawung (Ikat Kepala) berwarna hijau melambangkan kesuburan dan kemakmuran, dimana masyarakat Kalimantan terbiasa hidup berdampingan dan bergantung pada alam atau lingkungan. Untuk Motif Salur Putih melambangkan aliran sungai mentaya yang dinamis dan lestari. Logo Kotim melambangkan Kabupaten penyelenggara PORPROV XII. Celana Merah melambangkan keberanian, optimisme, dan semangat ISEN MULANG (Pantang Menyerah) dalam berkompetisi. Tali Sepatu sekilas tertulis XII, yang berarti PORPROV XII.

Ekor Tingang melambangkan kemakmuran bagi suku dayak, dan posisi ekor yang tegak dan kokoh dianggap representasi kejantanan. Flora : Motif Anggrek Tewu yang merupakan bunga yang terus bertumbuh dengan menempelkan diri pada pohon tanpa membunuh inangnya, melambangkan harmoni sosial masyarakat yang hidup bersama dan saling bermanfaat satu sama lain, tanpa saling menyakiti. Bunga ini melambangkan harapan Kotim untuk menjadi wilayah yang berkembang paling baik di Kalteng.

Fauna : Motif Ikan Jelawat merepresentasikan komoditas unggulan dan salah satu tempat wisata (Ikon Jelawat) di Kotim. Gurat putih pada sayap burung melambangkan angka 23 yang terlihat sekilas, melambangkan tahun pelaksanaan PORPROV Tahun 2023. Secara keseluruhan desain, unsur warna yang digunakan mewakili warna umum suku dayak yaitu Bahenda (Kuning), Bahandang (Merah), Bahijau (Hijau), Baputi (Putih) dan Babilem (Hitam), yang semuanya memiliki makna mendalam. Leher putih, ekor putih dan tubuh gelap, mengilustrasikan anatomi burung yang sesungguhnya.

Sementara itu Ketua Koni Kotim Ahya Umar mengatakan, penilaian dilakukan oleh Bupati Kotim, Sekretaris Daerah dan dirinya sendiri selaku Ketua Koni. “Penilaian kami lakukan satu per satu dengan mempelajari secara seksama  masing-masing desain yang masuk, sehingga didapatlah pemenang desain yang menurut kami terbaik,” ujar Ahya. Menurutnya, semua desain yang masuk sangat menarik dan unik sehingga pihaknya pun sempat kesulitan menentukan pemenang. Namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya didapatkan pemenangnya.

(dia/matakalteng.com)

Read 29 times Last modified on Tuesday, 11 January 2022 05:38