Friday, 03 September 2021 07:21

Bupati Kotim Teken MoU Pengelolaan Alur Sungai Mentaya dengan Pihak Ketiga

Written by
Rate this item
(0 votes)

SAMPIT – Pembuatan  alur Sungai Mentaya yang diinginkan oleh Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor akan segera terwujud. Ini ditandai dengan penandatanganan  MoU yang dilakukan Pemkab Kotim dengan pihak ketiga yaitu PT. Kawan Selaras Sejahtera, Kamis 2 September 2021.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan pengelolaan alur sungai ini dipastikan akan berlanjut dan Kotim memiliki tol sungai. 

“Tol sungai tetap dibuat bekerjasama dengan pihak ketiga. Sehingga meski ditengah pandemi Covid-19 yang membuat anggaran berkurang pengelolaan tol itu tetap akan berjalan. Ini tidak hanya sebatas ibaratkan membangun suatu bangunan peletakan batu pertama saja, yakin saja ini selanjutnya ini akan terus bergerak,”katanya, Kamis 2 September 2021.

Disebutkan pengelolaan alur Sungai Mentaya itu setidaknya menghabiskan anggaran sekitar Rp 260 miliar. Anggaran itu ditanggung oleh pihak ketiga. Pasalnya diketahui bahwa saat ini pemerintah pusat maupun daerah sendiri minim anggaran. 

Dibuatnya alur sungai ini bertujuan agar perekonomian di wilayah setempat dapat meningkat. Pasalnya selama ini dinilai pendistribusian barang yang melintasi jalur air terhambat dengan dangkalnya sungai. Sungai Mentaya hanya dapat dilalui 6 sampai 7 jam dalam 1 x 24 jam yaitu saat air tinggi. Sehingga membuat cost yang dikeluarkan oleh pengguna alur itu cukup tinggi. 

Jika tol itu terwujud maka Sungai Mentaya dapat dilalui 1×24 jam meskipun dengan kapal berkapasitas besar. Karena kedalaman tetap terjaga. “Kalau pengerukan dilakukan maka perekonomian daerah ini akan meningkat. Karena distribusi barang dari luar daerah berjalan lancar dan cost akan turun. Harga barang pun akan turun,”

Potensi Sungai Mentaya ini dinilai cukup besar karena di Kotim sendiri memiliki perkebunan kelapa sawit dan tambang yang distribusinya menggunakan alur sungai tersebut. Termasuk kapal barang dari pulau Jawa. “Jadi insyaallah ini akan meningkatkan perekonomian kita secara signifikan,”imbuhnya.

Sementara Direktur PT. Kawan Selaras Sejahtera Rudi Urip Santoso mengatakan tahun 2018 pihaknya mendapat surat tugas dari Kementrian Perhubungan untuk menyelesaikan permasalahan alur Sungai Mentaya. 

“Kita bisa bayangkan Kotim ini pendulang CPO terbesar hampir 6 sampai 7 juta ton per tahun. Sehingga bagaimana alur ini berfungsi dengan baik dan jalur distribusi berjalan baik, tentunya dengan jalur alur baru yaitu tol sungai,”ungkapnya.

Konsultan dalam pembuatan alur sungai itu diambil dari Negara Kincir Angin yaitu Belanda. Alasan pihaknya adalah pihaknya lebih memahami karakter dan perhitungannya. 

Sedangkan bentuk kerjasama antara pihaknya dan pemerintah, sesuai kesepakatan pada tanggal 13 Agustus 2020 yang difasilitasi Pemda Kotim, untuk jenis curah kering seperti tambang termasuk barang-barang  dan curah cair yaitu palm oil itu pihaknya memperoleh bagian sebesar 0,5, U$. Sementara untuk Container 20 Ft  adalah 5 U$ dan 40 Ft sebesar 10 U$.

“Kenapa pakai dolar menjadi patokannya, itu bagian dari kesepakatan karena nilai investasinya dalam  bentuk mata uang asing, selain itu pekerjanya juga dari Belanda. Namun pihak pemda tidak harus membayar pakai dolar. Tapi saya yakin ini ke depan jika tol selesai akan meningkatkan perekonomian daerah,” sebut Rudi.

(dev/matakalteng.com) 

Sumber : https://www.matakalteng.com/daerah/kotawaringin-timur/2021/09/02/bupati-kotim-teken-mou-pengelolaan-alur-sungai-mentaya-dengan-pihak-ketiga

Read 160 times