18 Desember 2018

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur melaksanakan kegiatan penggerakan masyarakat dalam rangka implementasiGerakan Masyarakat Hidup Sehat ( GERMAS ) di sekolah yang dilaksanakan di Taman Kota Sampit, Minggu (16/12/18).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Kotawaringin Timur H. Supian Hadi, S.Ikom, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, siswa – siswi pelajar Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kegiata ini untuk memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat sekolah dalam rangka mendukung kegiatan penggerakan masyarakat ini, telah dilaksanakan Rapat Tim Pembina Germas dalam rangka persiapan Penggerakan Masyarakat dalam rangka Implementasi Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Sekolah, Untuk hari ini dimulai dengan Senam Kesegaran Jasmani, Senam GERMAS, Senam Cerdik dan Senam Ayo Makan Ikan, dilanjutkan dengan penyuluhan tentang anemia dan akan dilakukan minum tablet tambah darah pada siswa perempuan (siswi) SMP dan SMA yang hadir pada hari ini dan makan buah bersama. Kegiatan ini juga didukung dengan display sayur dan buah serta makanan olahan produk industri rumah tangga (UMKM).

 

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017. GERMAS ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang untuk hidup sehat agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Secara umum GERMAS bertujuan untuk menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan; menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit; menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk; dan menghindarkan peningkatan beban finansial penduduk untuk pengeluaran kesehatan. Sedangkan secara khusus GERMAS bertujuan untuk menurunkan faktor risiko utama penyakit menular dan tidak menular baik faktor biologis, perilaku, dan lingkungan terutama melalui peningkatan aktivitas fisik, peningkatan perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan, dan peningkatan edukasi hidup sehat.

Bupati Kotawaringin Timur H. Supian Hadi dalam sambutannya mengatakan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai salah satu program di Sekolah mempunyai keterkaitan dengan GERMAS, karena UKS mempunyai tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan pekembangan yang harmonis peserta didik. 

Kedua program ini – GERMAS dan UKS – merupakan upaya bersama lintas sektor dan lintas organisasi bahkan harus didukung oleh seluruh komponen masyarakat kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur agar dapat terlaksana dengan baik. GERMAS lahir karena banyaknya masalah kesehatan, baik sanitasi yang tidak sehat, kerawanan gizi, penyakit menular, maupun penyakit tidak menular. Hal ini sebagai bentuk keprihatinan bangsa Indonesia yang sedang mengalami perubahan pola penyakit atau yang sering disebut transisi epidemiologi, ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus (kencing manis), stroke, jantung, kanker dan lain-lain. Berdasarkan data WHO, proporsi diabetes melitus pada penduduk usia lebih dari 15 tahun meningkat dari 5,7 persen (2007) menjadi 6,9 persen (2013). Demikian halnya dengan prevalensi stroke meningkat dari 0,83 persen (2007) menjadi 1,21 persen (2013). Peningkatan PTM ini menyebabkan perubahan tren penyebab kematian di indonesia, di mana 57 persen kematian diakibatkan oleh PTM. Faktor risiko kekurangan gizi pada usia dini, obesitas, stres, kurangnya aktivitas fisik, perilaku merokok, dan pola makan yang tidak seimbang berkontribusi pada peningkatan kasus PTM. Kecenderungan kesakitan dan kematian akibat PTM ini menyebabkan tingginya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan, terutama pelayanan rujukan di rumah sakit.

           

 

 

07 Desember 2018

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Sekretariat KORPRI Kabupaten Kotawaringin Timur bertempat Aula Lantai II Kantor Bupati Kotawaringin Timur telah melaksanakan kegiatan Siraman Rohani Agama Islam dalam rangka pembinaan mental dan kerohanian bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan tema “Melayani Dengan Akhlakul Karimah”, Jum’at (7/12/18). Acara tersebut di hadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur, jajaran SOPD,dan para ASN yang beragama Islam.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur H. Halikinnor, S.H., M.M. dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa kegiatan Siraman Rohani ini adalah dalam upaya meningkatkan profesionalisme, kejujuran dan dikalangan Aparatur Sipil Negara agar memiliki akhlak yang baik sehingga didalam bekerja dan memberikan pelayanan akan baik dan maksimal. Karena sebagaimana ajaran dari Nabi Besar Muhammad SAW salah satunya adalah mengajarkan manusia memiliki akhlak yang baik.

Sekretaris Daerah juga menyampaikan bahwa pada kegiatan MTQ KORPRI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2018 di Tamiang Layang, Qori Kabupaten Kotawaringin Timur mendapat gelar Juara II; dan di tingkat Nasional di Jakarta Qori Kabupaten Kotawaringin Timur meraih Juara III.

Jadi dari kegiatan MTQ KORPRI, Qori dari Kabupaten Kotawaringin Timur telah mampu meraih prestasi di Tingkat Nasional.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur H. Samsudin, S.Ag.dalam ceramahnya antara lain mengatakan bahwa, Siraman Rohani ini adalah dalam rangka meningkatkan Akhlakul Karimah di kalangan Aparatur Sipil Negara di jajaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, sehingga didalam bekerja memberikan pelayanan dengan semangat, baik, ramah dan santun sebagaimana ajaran yang telah diterapkan oleh junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.

 

07 Desember 2018

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Rapat koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2018 di Aula Bappeda pada Rabu tanggal 5 Desember 2018 dihadiri oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur yang mewakili Dandim 1015 Sampit, yang mewakili Kapolres Kotawaringin Timur, pimpinan Bank Kalteng Cabang Sampit, SOPD, Camat, BUMN dan BUMD.

Wakil Bupati Kotawaringin Timur Drs. H.M Taufiq Mukri, SH, MM. dalam sambutannya mengatakan bahwa, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa berdasarkan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur yang tertuang dalam Perda Nomor 8 Tahun 2016 Tentang RPJMD Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2016-2021 yaitu:

“TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG MADANI, DINAMIS, MANDIRI DAN BERDAYA SAING DALAM SUASANA RELIGIUS, KEBERSAMAAN, AMAN DAN SEJAHTERA”

Untuk mewujudkan Visi tersebut dijabarkan melalui sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang cerdas, terampil, sehat dan berahlak.
  2. Mengembangkan penguatan Ekonomi Masyarakat melalui Pembangunan infrastruktur, pemantapan ketahanan pangan, pengembangan produk unggulan daerah dan pemanfaatan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan.
  3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien.
  4. Mengembangkan daya saing daerah melalui usaha perdagangan dan jasa, industri pengolahan, serta pariwisata dan budaya.

Dengan menekankan pada 9 prioritas pembangunan yaitu :

  1. Infrastruktur
  2. Peningkatan kualitas hidup masyarakat
  3. Tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya
  4. Ketahanan pangan
  5. Penguatan pemerintahan desa
  6. Pemberdayaan ekonomi
  7. Pelestarian lingkungan hidup
  8. Penanggulangan bencana
  9. Pariwisata dan pelestarian budaya

Penanggulangan kemiskinan merupakan bagian dari prioritas ke 2 yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Berdasarkan data statistik tahun 2017 angka kemiskinan Kabupaten Kotawaringin Timur sebesar 6,24 % atau 27.700 jiwa, menurun dari tahun 2016.

Sesuai dengan target akhir RPJMD tahun 2016-2021, pada tahun 2021 angka kemiskinan sebesar 5%, mengingat angka kemiskinan tersebut sangat erat kaitannya dengan kebijakan secara makro dan perhitungan berdasarkan kebutuhan konsumsi dengan 2100 kalori artinya apabila adanya kenaikan harga bahan pokok maka garis kemiskinan juga akan meningkat dan pendapatan masyarakat miskin tidak meningkat maka akan sulit untuk mengeluarkan mereka dari jurang kemiskinan, maka diperlukan upaya bagaimana menigkatkan pendapatannya serta mengurangi beban pengeluarannya melalui perlindungan sosial bagi masyarakat miskin tersebut.

Upaya pengentasan kemiskinan agar berjalan secara sinergis dan berkelanjutan harus dilakukan penyusunan program dan kegiatan pembangunan bersinergi antara perencanaan dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin, atau penanggulangan kemiskinan. Oleh sebab itu program penanggulangan kemiskinan sangat penting untuk benar-benar diterima dan dinikmati oleh masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan. KetepatanTARGETING dimasing-masing program atau keselarasan TARGETING antar berbagi program sangat penting untuk diarahkan kepada sasaran yang miskin dan wilayah miskin.

Pemerintah Daerah dan Program Nasional melalui Perangkat Daerah sudahmelaksanakan berbagi kegiatan dalam rangka penanggulangan kemiskinan seperti :

  1. Bantuan untuk masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang preminya dibayarkan melalui Anggaran Pedapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kotawaringin Timur.
  2. Program jaminan persalinan untuk masyarakat miskin.
  3. Bantuan Beasiswa Gerbang Mentaya yang ditujukan untuk siswa berprestasi/mahasiswa tidak mampu.
  4. Bantuan rehab rumah tidak layak huni.
  5. Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
  6. Bantuan Transportasi Untuk Beras Sejahtera (RASTRA) dari titik distribusi ke penerima manfaat.
  7. Program keluarga harapan sebanyak 12.293 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
  8. Bantuan untuk lansia miskin dan anak-anak panti asuhan.
  9. Bantuan untuk rumah tangga menggunakan air bersih/air minum yang cakupannya sudah mencapai 76,62%.
  10. Bantuan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPAL-D) Individual Sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK).
  11. Bantuan pembangunan rumah untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kec. Bukit Santuai (Desa Tumbang Tawan dan Desa Lunuk Bagantung sebanyak 95 Kepala Keluarga (KK).

Permasalahan kemiskinan tidak hanya dapat diselesaikan dalam satu bidang saja, karena pemersalahan kemiskinan sangat multi dimensi, oleh karena itu perlu dukungan dari semua kalangan baik swasta, dunia usaha, dan masyarakat. Peran serta semua Stakeholder, untuk menyamakan persepsi dan langkah kongkrit dalam mengatasi permasalahan dan upaya penanggulangan kemiskinan.

Selain itu juga kita berharap kepada masyarakat itu sendiri untuk mau dan berusahan keluar dari kemiskinan.

Berdasarkan data mikro atau BDT 2015 dari Desil 1 sampai dengan Desil 4 atau penduduk sangat miskin, miskin, hamper miskin dan rentan miskin berjumlah 102.504 jiwa. Kebijakan yang dapat kita laksanakan disesuaikan dengan kondisi kemiskinan tersebut, seperti pada Desil 1 dan 2, yaitu sangat miskin dan miskin menjadi sasaran prioritas program yang dapat kita berikan pada mereka dalam bentuk apa, dan bagaimana pengaruhnya.

Tema pada Rapat Koordinasi Penaggulangan Kemiskinan Tahun 2018 ini adalah “Mempertajam Program Dan Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2020 dengan mengacu pada rencana aksi daerah strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RAD-SPKD) Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2016-2021”.

Pemerintah Daerah sangat fokus dalam Penanggulangan Kemiskinan, hal ini ditandai dengan adanya dokumen Rencana Strategis Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati Kotawaringin Timur Nomor 35 Tahun 2017 Tentang Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah.

Untuk itu saya meminta kepada semua perangkat daerah untuk mangacu hal tersebut dalam penyusunan Rencana Kerja Tahun 2020, dan meminta kepada semua Perangkat Daerah untuk membuat inovasi program dalam upaya Penanggulangan Kemiskinan.

Dalam waktu tidak lama lagi kita memasuki tahun 2019. Untuk itu saya meminta kepada semua Perangkat Daerah khususnya dalam memberikan pelayanan atau pelayanan publik agar lebih maksimal, tidak hanya pada masyarakat miskin saja, tetapi kepada semua masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kepada semuaCamat se Kabupaten Kotawaringin Timur, saya meminta agar lebih mencermati dan memperhatikan kondisi masyarakat di wilayah masing-masing, dan melihat apa yang bisa dikembangkan untuk membuka lapangan usaha agar dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait, dan saya juga meminta agar seluruh Camat memperhatikan situasi dan kondisi keamanan diwilayahnya masing-masing karena pada tahun 2019 kita akan melaksanakan Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif.

Dalam acara tersebut juga disampaikan paparan oleh :

  • Kepala Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur
  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur
  • Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur

Cari Berita

Kalendar Berita

« February 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28      

Hubungi Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur :

Jl. A. Yani No. 118 Sampit 74322 - Kalimantan Tengah

Telpon : +625312068544
Fax : +625302068545
Email : diskominfo@kotimkab.go.id
Instagram : @kominfo.kotim
Facebook : Kominfo Kotim
Twitter : @diskominfokotim

 

Lokasi

InfoGrafis1

InfoGrafis2

InfoGrafis3

InfoGrafis4