21 Februari 2019

 

 

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional tanggal 21 Pebruari, jajaran Polres Kotawaringin Timur telah melaksanakan Apel bertempat di TPA Sampah Jln Sudirman KM. 14 Sampit.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel, S.I.K. Apel dihadiri oleh Dandim 1015 Sampit, Danki 631 Antang Yon Raider Sampit, Dan Yon B Sat Brimob Polda Kalteng,Kadis Lingkungan Hidup Kab. Kotim, Kadis PUPR Kab. Kotim, Wakapolres Kotim, Kabag, Kasat, Kasi, Perwira dan Kapolsek jajaran Polres Kotim, Bhayangkari dan diikuti oleh Anggota Polres Kotim, Brimob, Airud, Kipan A 631, Bhayangkari dan para Petugas Kebersihan.

Kapolres Kotawaringin Timur dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa bulan Pebruari ini telah ditetapkan sebagai bulan Peduli Sampah dan tanggal 21 Pebruari ditetapkan sebagai Hari Sampah Nasional. Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dipicu oleh terjadinya tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Jawa Barat pada tanggal 21 Pebruari 2005. Penyebab longsor tersebut diduga karena curah hujan yang sangat tinggi serta ledakan gas metana yang terperangkap dalam timbunan sampah. Akibat longsoran gunungan sampah tersebut menelan lebih dari 150 jiwa yang mayoritas penduduk sekitar TPA yang bekerja sebagai pemulung, kemudian dinyatakan sebagai bencana lingkungan. Sampah bisa menjadi musibah tetapi juga bisa menjadi berkah, dengan mengingat tragedi tahun 2005 silam mari kita bersama menyikapi jangan sampai ada bencana yang disebabkan oleh sampah. Melalui peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) kita ingatkan kembali untuk peduli terhadap permasalahan sampah. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, jumlah konsumsi masyarakat dan rendahnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar membuat permasalahan sampah semakin pelik. Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah dengan meminimalisir sampah. Memilah sampah secara mandiri merupakan salah satu cara untuk mengurangi timbunan sampah di TPS. Apabila masing - masing orang telah bisa melakukan pemilahan antara sampah organik dan non organik maka timbunan sampah akan dapat dikurangi. Dampak yang memprihatinkan akibat timbunan sampah yaitu sampah yang menyumbat got atau irigasi sehingga mengakibatkan bencana banjir, sampah yang berserakan dimana - mana sehingga menimbulkan penyakit dan lingkungan yang tidak sehat, bahkan sampah yang berada di laut yang bisa menjerat tubuh satwa yang hidup di laut.  Sampah bisa menjadi kawan atau lawan itu tergantung dari kita sendiri, bila menjadi kawan sampah akan banyak manfaat untuk kita, namun bila sampah tidak dapat kita kelola dengan baik pastinya akan menjadi lawan yang akan berakibat timbulnya penyakit yang merusak lingkungan, maka dari itu semua orang harus bertanggung  jawab akan lingkungannya terhadap sampah. Sebagai daya ungkit dan meningkatkan budaya bersih mari kita jaga kebersihan di lingkungan masing - masing dengan menumbuhkan budaya 3R (REUSE, REDUCE, RECYCLE) diawali dengan mereduksi sampah secara mandiri yang dimulai dari diri sendiri. Dengan mereduksi dan mendaur ulang sampah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat, maka volume sampah akan menurun. Dengan momentum ini kita semua berharap masyarakat peduli terhadap sampah yang bertujuan agar tercipta lingkungn bersih dan sehat. Namun hal itu hanya tujuan antara saja, tujuan utamanya adalah menciptakan masyarakat yang sehat agar kualitas sumber daya manusianya juga bagus.  

Pada kesempatan tersebut juga di adakan penyerahan bingkisan kepada para petugas kebersihan.

 

 

By : Har

19 Februari 2019

Kemajuan teknologi digital dan internet menuntut pemerintah desa untuk berinovasi agar tidak tertinggal dengan perkembangan zaman. Di Kabupaten Kotawaringin Timur beberapa desa yang telah memanfaatkan kemajuan teknologi dengan memasang jaringan internet berupa mendirikan mini tower wifi di Kecamatan Parenggean, antara lain Desa Sari Harapan, Desa Bandar Agung, Desa Mekar Jaya dan Desa Karang Tunggal.

Diketahui, penyambungan jaringan internet tersebut karena sulitnya sinyal komunikasi dan informasi di desa - desa tersebut, sehingga membuat desa-desa yang ada di wilayah Kecamatan Parenggean berinisiatif mengalokasikan dana desanya untuk pembangunan mini tower wifi.

Kemajuan desa - desa tersebut menarik perhatian dari beberapa desa di Kecamatan Pulau Hanaut, yang pada Sabtu (16/2) Februari lalu, melakukan kaji tiru perangkat telekomunikasi di Desa Sari Harapan, Kecamatan Parenggean.

“Kami semangat sekali melakukan kunjungan ini dengan harapan dapat membangun desa - desa yang ada di Kecamatan Pulau Hanaut, agar seperti desa - desa  yang ada di Kecamatan Parenggean ini,” ujar Arsa, Kepala Desa.

Dipaparkannya, Kecamatan Pulau Hanaut khususnya ingin menjadikan desa - desa yang telah memiliki mini tower wifi sebagai bahan untuk pengkajian, dan pihaknya merasa perlu mencontoh kemajuan desa yang ada di Kecamatan Parenggean tersebut.

Kemudian, menurut Kepala Desa Sari Harapan, Suroto, wifi yang terpasang di desanya sebesar 40 MB (Mega Bite), 5MB untuk kantor desa, dan 35 MB Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Sari Jaya Desa Sari Harapan yang mengelola.

“Kalau malam ramai di sini, dengan adanya mini tower wifi tidak ada lagi warga yang mencari sinyal sampai ke bukit - bukit", ungkapnya.

 

By : Imam Muchson

 

16 Februari 2019

Latar belakang dari Ketua Touring Mahasiswa ITS Surabaya dalam rangka peluncuran mobil dan motor listrik yaitu : adanya market yang luar biasa untuk di Indonesia satu tahun pesanan mobil baru listrik kurang lebih 1 juta unit dan motor listik pesanan kurang lebih 8 juta unit artinya banyak sekali uang yang dikeluarkan keluar negeri.

Sehingga sebagai Mahasiswa kami ingin membuat terobosan dengan cara membuat mobil/motor listrik di ITS Surabaya, dan saat ini kami sedang menguji komponen utamanya, performennya yang baik yang sesuai dengan masyarakat Indonesia dan safety yang baik.

Targetnya kami ingin memproduksi mobil/motor listrik sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, maka dari itu kami ingin mengajukan ke industri otomotif mobil/motor listrik Indonesia, namun ada yang mis dari segi sisi desain enginering-nya.

Dan harapan kami supaya bisa bersinergi antara kami Mahasiswa, PLN dan industri mobil/motor Indonesia. Menurut kami produksi mobil/motor listrik akan lebih terjamin dengan adanya energi masa depan dibanding dengan bahan bakar lain, karena mobil/motor listrik bisa memakai sumber energi dari panas bumi, matahari, energi api dan sawit, disamping itu mobil/motor listrik membuat ramah lingkungan udara tetap sejuk dan lebih irit dengan perbandingan 1 KWH = 5 KM atau kurang lebihRp. 1.500 saja.

Maka dari itu kami selaku Mahasiswa ITS Surabaya mengharapkan kepada Bapak Wakil Bupati Kotawaringin Timur untuk mengkampanyekan mobil/motor listrik di Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

 

By : Imam Muchson

Cari Berita

Kalendar Berita

« March 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Hubungi Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur :

Jl. A. Yani No. 118 Sampit 74322 - Kalimantan Tengah

Telpon : +625312068544
Fax : +625302068545
Email : diskominfo@kotimkab.go.id
Instagram : @kominfo.kotim
Facebook : Kominfo Kotim
Twitter : @diskominfokotim

 

Lokasi

InfoGrafis1

InfoGrafis2

InfoGrafis3

InfoGrafis4