Di musim peceklik 2017 ini produksi padi di Kabupaten Kotawaringin Timur mampu menyediakan beras untuk memenuhi konsumsi masyarakat, sehingga pasokan beras cukup dan harga beras stabil. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur Ir. I Made Dikantara mengatakan "Tanam padi pada September 2017 yang dipanen pada Desember 2017 ini mencapai 1.517 hektar dengan rata-rata produktivitas 4,4 t/ha. Dari panen periode ini diperoleh produksi sebanyak 6.674 ton gabah kering giling atau setara 4.218 ton beras. Khusus di lokasi yang kita panen hari ini, luasnya sekitar 150 ha, dan melalui penerapan "Teknologi Jarwo Super Spesifik Lahan Pasang Surut" mampu meningkatkan produktivitas padi dari hingga 96,4%. Ini tentu menambah lagi produksi padi di Kabupaten Kotawaringin Timur, dan menjamin persediaan beras aman.

Selama ini kebutuhan di daerah kami hanya 4.421 ton per bulan, artinya kebutuhan beras tercukupi malah terjadi surplus sebanyak 1.147 ton apa lagi dengan penerapan teknologi jarwo super.  Demikian katanya, di Kota Besi, Senin 18 Desember 2017. Dia menjelaskan, terjaminnya produksi padi di Kabupaten Kotawaringin Timur ini disebabkan karena Pemerintah Pusat dan Daerah benar-benar berupaya untuk terus menjamin bahkan meningkatkan produksi padi.  Misalnya bantuan pompa air, traktor, alat tanam dan benih berkualitas, sehingga teknologi Jarwo Super ini dapat diaplikasikan dengan baik di wilayah kami yang merupakan lahan rawa pasang surut.

Pendampingan yang dilakukan tim BPTP Kalimantan Tengah dan Penyuluh serta tim Koramil Kota Besi, sangat kami rasakan manfaat dan hasil yang diperoleh, sehingga model-model pendampingan seperti ini akan terus kami tingkatkan di wilayah kami, lebih-lebih ketika musim paceklik seperti periode saat ini. Sebelumnya ketika musim peceklik atau periode September-Januari, produktivitas kami hanya 3,5 ton per hektar, setelah ada dukungan program hasil panen kami lebih bagus", ungkapnya (produktivitas bisa mencapai 5,2 ton per hektar).

Berdasarkan data Kementan, luas tanam padi Nasional pada Juli-September 2017 mencapai 1,0-1,1 juta hektar per bulan, atau naik dua kali lipat dari tahun sebelum adanya program UPSUS yang hanya 500 ribu hektar per bulan. Dari pertanaman tersebut maka total panen padi di bulan Desember 2017 seluas 1.1 juta hektar dengan hasil sekitar 6 juta ton GKG atau 3 juta ton beras. Produksi ini mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras nasional 2,6 juta ton atau surplus 0,4 juta ton.

Peningkatan luas tanam musim kering periode Juli-September naik dua kali lipat merupakan solusi permanen dari dampak Program UPSUS PAJALE. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyelesaikan rehabilitasi Jaringan Irigasi tersier 3,4 juta hektar atau 113%, pembangunan 2.278 berbagai sumber air, seperti embung, dam parit, long storange.  Selain itu perluasan dan optimasi lahan 1.08 juta hektar, pengembangan lahan rawa 367 ribu hektar, mekanisasi dengan bantuan alsintan berupa traktor, pompa air, rice transplanter, combine harvester 284.436 unit naik 2.175 % dari tahun 2014. Bantuan benih ,mencapai 12.1 juta hektar, pupuk bersubsidi 27,64 juta ton dan asuransi usahatani padi 1,2 juta hektar. (Sumber - Dinas Pertanian Kab. Kotim)

Kamis, 21 Desember 2017 06:54

Pemimpin Daerah

By

Pemimpin Daerah

 

Tjilik Riwut (1950-1957

Kepala daerah pertama yang memimpin Daerah Otonom Kotawaringin, yang terdiri atas Kewedanaan Sampit Barat, Sampit Timur, dan 5 Wapraja Kotawaringin (Kabupaten Kotawaringin Barat) dalam wilayah pemerintahan gubernur pada Departemen Dalam Negeri, Orgenator seluruh Kalimantan di Banjarmasin.  Sukses memimpin Daerah Otonom Kotawaringin selama 7 Tahun. Pada 1957 Tjilik Riwut dipercaya menjadi Gubernur Kalimantan Tengah selama 9 Tahun (1957-1966).  Setelah wafat beliau dianugerahi Pahlawan Kemerdekaan dari Pemerintah RI atas jasa-jasanya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Muchran Ali (1957-1959)

Kepala Daerah dimasa transisi pelaksanaan Undang-undang tentang Pokok-pokok Pemerintahan No. 1 Tahun 1957.

Walter Condrad (1959-1961)

Menjadi Bupati pertama di Kabupaten Daerah Tingkat II Kotawaringin Timur, yang meliputi Kewedanaan Sampit Barat, Sampit Timur dan Sampit Utara.

Christopel Mihing (1961-1963)

Menjadi Bupati Daerah Tingkat II Kotawaringin Timur kedua.  Banyak membantu melaksanakan kebijakan pusat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dalam negeri.

Kenan Sandan (1963-1970)

Melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dimasa-masa awal orde baru.  Kebijakan lebih difokuskan kepada tugas-tugas dekonsentrasi dan perbantuan.

Raden Rachmat (1970-1975)

Merupakan tonggak awal pembangunan infrastruktur daerah, yakni peningkatan (pengaspalan) jalan A. Yani, pembangunan PLTI3 dan pasar berdikari Sampit.

Andjar Soeganto, BA (1975-1980)

Melanjutkan program pembangunan Bupati sebelumnya, yakni meningkatkan jalan utama kota Sampit (Jalan Iskandar, A. Yani dan Baamang), penyerangan penanganan Perusahaan Listrik Daerah (PLD) ke PT. Persero dan mengarahkan pelaksanaan pembangunan kota ke arah barat dimulai dengan pembangunan kantor baru Pemerintah Daerah Tingkat II Kotawaringin Timur ke Jl. Tjilik Riwut.

Drs. Donis M. Singaraca (1980-1981)

Merupakan Karataker Pj. Bupati Kabupaten Daerah Tingkat II Kotawaringin Timur.

Muhammad Mukri (1981-1984)

Mengawali tugasnya di kantor baru (Kantor Bupati saat ini), merintis jalan menuju kecamatan terdekat (Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan), pembangunan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Pasar Inpres Sampit.

  1. Soehandoko (1984)

Melaksanakan tugas sebagai Pj. Bupati (Karataker) untuk mempersiapkan pemilihan Bupati Kabupaten Daerah Tingkat II Kotawaringin Timur.

Drs. H. A. Koesnan Dariyono (1984-1989)

Konsep pembangunan kota pada masa ini mulai terarah. Menekankan pentingnya aksebilitas transportasi untuk pengembangan wilayah perkotaan dengan partisipasi masyarakat pada penyusunan Master Plan Induk Kota tahun 1985. Melibatkan masyarakat ikut memberikan sebagian area pemukiman, termasuk rencana pelebaran jalan A. Yani, Baamang dan pembanguan jalan H. M. Arsyad dan Pelita Sampit.

Drs. Barkun Burdin (1989-1994)

Melaksanakan kebijakan pemerintahan dengan pendekatan pembangunan terpadu melalui 10 sub wilayah pembangunan di tiga daerah aliran sungai (24 kecamatan).  Melanjutkan pengembangan dan pemerataan kota Sampit dengan membangun fasilitas pelayanan kota., relokasi Stadion Olahraga 29 November ke jalan Tjilik Riwut dan mengalihkan fungsinya menjadi Taman Kota Sampit.

Didik Salmijardi (1994-1999) dan Andreas P. Nandjan (1997-1999)

Bupati dan Wakil Bupati ini membawa Kotawaringin Timur dengan 26 Kecamatan untuk membangun daerah melalui jalur “jaring laba-laba” yakni prinsip trickledown effect dengan cara membangun pusat pertumbuhan ekonomi.  Dimulai dari pembenahan kota Sampit yang member dampak tetesan pengembangan ke wilayah kecamatan.  Penataan kawasan perkantoran dan organisasi kelembagaan dalam pilot project percontohan Otonomi Daerah Tingkat II.  Renovasi penataan Taman Kota, Bundaran, lampu-lampu jalan dan tempat pertemuan berciri khas daerah, yang menjadi inspirasi para investor untuk menanamkan modal dalam kawasan sentral produksi.

M. Wahyudi K. Anwar & H. M. Thamrin Noor (2000-2005)

Dalam masa transisi, mengangkat personal pembangunan tidak semata-mata hanya pertumbuhan ekonomi, melainkan keselarasan pemerataan komponen Sumber Daya Alam, pengembangan wilayah dan pemberdayaan local dengan paradigm baru memadukan konsep growth pole artivical function, desenteralisasi territorial untuk mewujudkan visi pembangunan manusia berkelanjutan (sustainable human development).  Dengan visi “Pembangunan Manusia Berkelanjutan” maka agenda pelaksanaan otonomi daerah yang dicanangkan oleh pemerintah pada 1 Januari 2001 dapat berjalan sesuai dengan harapan. Beberapa strategi dan langkah kongkrit yang dilakukan untuk melakukan percepatan pembangunan agar setara dengan wilayah lainnya adalah dengan melakukan pengembangan wilayah dan pemberdayaan masyarakat dalam wujud pemekaran wilayah Kotawaringin Timur manjadi 3 Kabupaten, pembangunan kembali pasar Sampit dengan konsep campuran antara pasar tradisioanl dan modern yang resentatif, pembangunan  jalan lingkar kota untuk aksebilitas distribusi dan pemasaran CPO ke pelabuhan CPO di Bagendang, serta percepatan pengembalian kondisi wilayah, baik ekonomi, keamanan, sosial dan budaya.

Drs. H. Suwandi (Pejabat Bupati Kotim, Maret-September 2005)

Drs. H. Suwandi ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai pejabat Bupati Kotim, dengan masa tugas selama enam bulan, yaitu sejak bulan Maret hingga September 2005.  Setelah berakhirnya masa kepemimpinan pasangan H. M. Wahyudi K. Anwar dan H. M. Thamrin Noor, penyelenggaraan administrasi pemerintahan terus berjalan.  Tugas utama Drs. H. Suwandi adalah melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) untuk memilih pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur periode 2005-2010. PILKADA Kotim tahun 2005 terselenggara dengan baik dan sukses.

Jambri Bustan (Plt. Pejabat Bupati Kotim, September-Oktober 2005)

Tertundanya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur terpilih hingga berakhirnya masa jabatan Pejabat Bupati Kotawaringin Timur, Jambri Bustan bertugas mempersiapkan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin terpilih.  Pada bulan Oktober 2005 tugasnya berakhir setelah pasangan H. M. Wahyudi K. Anwar dan H. M. Amrullah Hadi secara resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur periode 2005-2010.

M. Wahyudi K. Anwar & H. M. Amrullah Hadi (2005-2010)

H. M. Wahyudi K. Anwar tercatat sebagai Bupati Kotawaringin Timur yang pertama kali memimpin kabupaten yang kaya akan potensi sumber daya alam hingga dua periode atau selama sepuluh tahun.  Pertama melalui DPRD dan yang kedua berdasarkan hasil pemilihan kepala daerah langsung oleh rakyat.  Pasangan ini mewujudkan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur yang madani, berkompetensi dan mandiri, adil dan sejahtera dalam suasana agamis, aman, kebersamaan dan kesetaraan.

Supian Hadi, S. IKom dan Drs. H. M. Taufiq Mukri, SH, MM

Pasangan ini dikenal dengan sebutan pasangan SAHATI, merupakan pasangan yang memperoleh raihan suara terbanyak pada pemilukada 2010. Berdasarkan hasil pemilihan kepala daerah langsung oleh rakyat, Bupati Kotim H. Supian Hadi yang merupakan Bupati termuda pertama di Kalimantan Tengah dengan latar belakang seorang pengusaha dan Wakil Bupati HM Taufik Mukri mantan seorang Birokrat diharapkan oleh masyarakat kotim mampu membawa perubahan Kabupaten Kotawaringin Timur kearah yang lebih baik. Dengan mempertimbangkan dan memperhatikan kondisi saat ini, tantangan, kendala yang bersifat strategis dan vital, landasan pemikiran yang menyangkut kewenangan dan hak pengelolaan serta menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi pada kurun waktu 5 tahun pencapaian grand visi, maka dirumuskan visi dengan pendekatan lebih pragmatiis dan realitas.

Visi:

Dengan memperhatikan posisi kabupaten Kotawaringin Timur sebagai bagian integral dari propinsi Kalimantan Tengah dan Negara Republik Indonesia dalam berbagai potensi strategis yang dimiliki maka dirumuskan visi sebagai berikut:

Terwujudnya masyarakat yang madani, dinamis, mandiri, dan berdaya saing dalam suasa religious, aman dan sejahtera. Yang dapat disingkat menjadi Motto: Manis Manasai.

Masyarakat madani yang dimaksud adalah masyarakat yang memiliki kedaulatan sosial dimana kesejahteraan akan tercapai jika terjadi keadilan sosial ekonomi bagi seluruh masyarakat Kotawaringin Timur.  Keadilan harus mampu dilaksanakan pada semua aspek kehidupan dengan tidak ada diskriminasi dalam mendapatkan pelayanan.

Masyarakat dinamis yang dimaksud adalah masyarakat dengan tingkat kesadaran membangun diri, keluarga dan masyarakat dalam semangat kedaerahan, kebangsaan, dan kenegaraan yang utuh, sehingga kemajuan yang diinginkan yaitu kemajuan yang menjunjung semangat kelestarian budaya dan lingkungan.

Masyarakay mandiri yang dimaksud adalah pemerintah dan masyarakat Kotawaringin Timur diarahkan untuk mengedepankan profesionalisme sehingga pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pegawai dan aparatur pemerintah daerah adalah efisien serta menjunjung tinggi asas keahlian, keterampilan dan good governance.

Masyarakat yang berdaya saing yang dimaksud adalah tatanan masyarakat madani yang professional, kreatif dan inovatif dalam berbagai sektor kehidupan.

Sedangkan implementasi dari visi tersebut diatas adalah:

  1. Terwujudnya Kabupaten Kotawaringin Timur yang masyarakatnya memiliki kedaulatan dan kesetaraan dalam segala bidang.
  2. Terwujudnya Kabupaten Kotawaringin Timur yang masyarakatnya memiliki semangat malakukan berbagai inovasi dan kreatifitas tinggi dalam hidupnya.
  3. Tinggi dan meratanya tingkat pendidikan, kesehatan, dan pendapatan masyarakat sehingga mencapai kesejahteraan yang diinginkan.
  4. Sumber daya alam yang terus dipelihara dan dimanfaatkan untuk mempertahankan nilai tambah dan meningkatkan daya saing.
  5. Jaringan transportasi, komunikasi, dan penyediaan sumber energi kelistrikan yang mampu manjangkau mulai daerah perkotaan hingga ke lintas kecamatan dan pedesaan.

Misi:

Untuk mewujudkan visi tersebut ada 6 langkah misi, yaitu sebagai berikut:

  1. Meningkatkan penanganan serta pelayanan pendidikan dan kesehatan.
  2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang didasari penguasaan IPTEK dan IMTAQ.
  3. Peningkatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur dan pertanian dalam arti luas serta penyerapan tenaga kerja.
  4. Meningkatkan pembangunan dan pemanfaatan sumber energy serta telekomunikasi.
  5. Peningkatan dan pemantapan bidang pertahanan dan keamanan.

Peningkatan penerapan Good Governance.

 

 

Sampit – Acara Deklarasi Menuju Kabupaten Layak Anak bertempat di Gedung Serbaguna Sampit, Selasa (21/11/2017) pagi, dihadiri langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Ph.D.

Dalam sambutannya, Yohana mengaku sangat prihatin karena makin banyak kekerasan dialami anak Indonesia. Selain kekerasan dalam keluarga (KDRT), kejahatan seksual terhadap anak juga tinggi, Anak-anak harus dilindungi dan dipenuhi hak-haknya. Keberlangsungan dan kualitas anak-anak saat ini sangat berpengaruh terhadap nasib masa depan daerah dan bangsa ini.

Pemerintah, sekolah, orangtua dan masyarakat memiliki tanggung jawab dalam melindungi hak-hak anak. Dia berharap tidak sampai ada anak-anak yang tidak bisa bersekolah karena alasan ekonomi atau lainnya.

Melihat keseriusan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, dia yakin Kab.Kotim mampu mewujudkan tekad menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA).

Kabupaten layak anak adalah sistem pembangunan suatu wilayah administrasi yang mengitegritaskan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan pemenuhan hak-hak anak.

Kabupaten Kotawaringin Timur sendiri termasuk Kabupaten ke 348 yang memproklamirkan diri dan bertekad menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA). Tekad ini harus didukung oleh semua pihak, baik itu Instansi pelayanan publik seperti Puskesmas, Rumah Sakit dan Sekolah-sekolah.

Adapun yang ditetapkan oleh Bupati Kotawaringin Timur sebagai  sekolah ramah anak adalah sebagai berikut PAUD Cita Bunda, SDN 2 Kec.MB.Ketapang, SDN 4 Kec.MB.Ketapang, SDN 1 Basirih Hilir Kec.MHS, SMPN 1 Sampit Kec.MB.Ketapang, SMPN 2 Sampit Kec.MB.Ketapang, SMPN 4 Sampit Kec.MB.Ketapang, MTsN 1 Kec.MB.Ketapang, SMAN 1 Sampit Kec. MB.Ketapang, SMAN 2 Sampit Kec.MB.Ketapang, SMAN 3 Sampit Kec.MB.Ketapang, SMKN 4 Sampit Kec.MB.Ketapang, MAN Sampit Kec. MB.Ketapang, Puskesmas Ramah Anak yaitu Puskesmas Baamang II Sampit Kec. Baamang dan Posyandu Ramah Anak yakni Posyandu Jernas dan BKB HI Mawar Kec. Kotabesi.

Setelah menghadiri Deklarasi Kabupaten Layak Anak di Gedung Serba Guna Yohana juga berkunjung ke sekolah - sekolah yakni TK Cita Bunda, SDN 2 MB Hulu Ketapang dan SMK 4 Sampit, ia menilai ketiga sekolah tersebut sudah ramah anak. Hanya tinggal ditingkatkan lagi dalam beberapa segi kelayakannya.

Kotawaringin Timur - Bawang Merah dan Cabai menjadi salah satu komoditi yang menjadi fokus bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kotim mengingat komoditas tersebut merupakan salah satu pemicu terjadinya inflasi. Kedua komoditas hortikultura tersebut merupakan program nasional yang digalangkan untuk dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia.

Kabupaten Kotim pada tahun 2017 mendapat alokasi kegiatan untuk bawang merah seluas 130 Ha yang terdiri dari penangkaran seluas 36 Ha dan pengembangan seluas 94 Ha. Penangkaran bawang merah di Kabupaten Kotawaringin Timur seluas 36 Ha yang tersebar di 5 (lima) Kecamatan yakni Kecamatan Telawang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kecamatan Seranau, Kecamatan Kota Besi serta dilaksanakan oleh 24 Kelompok Tani Kotim. 

Pengembangan bawang merah tahun 2017 di Kotim seluas ± 94 Ha yang tersebar di 10 (sepuluh) kecamatan yakni Kecamatan Telawang, Kecamatan MB Ketapang, Kecamatan Baamang, Kecamatan MH. Utara, Kecamatan Seranau, Kecamatan Cempaga, Kecamatan Kota Besi, Kecamatan MH. Selatan, Kecamatan Parenggean, Kecamatan Mentaya Hulu, dengan 49 Kelompok Tani.

Dalam Kegiatan Tanam Perdana Pengembangan Bawang Merah yang dilakukan pada Kamis (16/11/2017) di Gapoktan Berkat Usaha Desa Samuda Besar yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Kotim, Ir. I Made Dikantara, Camat Mentaya Hilir Selatan, Kepala Desa Samuda Besar, Kapolsek Samuda, Danramil 1015-06 Samuda, Kepala BPP dan Mantri Tani, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya Kepala Dinas mengatakan bahwa pengembangan bawang merah dialokasikan dari anggaran APBN tahun 2017. Kecamatan Mentaya Hilir Selatan mendapat alokasi seluas ±10 Ha yang dilaksanakan oleh Gapoktan Berkat Usaha. Dihimbau kepada seluruh anggota kelompok tani agar melaksanakan kegiatan tersebut dengan sebaik mungkin dan sesuai dengan rekomendasi anjuran teknologi.

Pemerintah Pusat melalui APBN mengalokasikan kegiatan pengembangan bawang merah dengan memberikan stimulan berupa benih, dekomposer, pupuk organik dan anorganik, fungisida dan insektisida serta bantuan alat mesin pertanian (Alsintan).

Pemerintah Daerah diharapkan agar pengembangan bawang merah dapat berkesinambungan dan berkelanjutan melakukan penanaman di tingkat petani yang sekaligus akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani. (Sumber - Dinas Pertanian Kab. Kotim)

Kamis, 16 November 2017 06:32

Mandi Safar Ritual Tolak Bala

By

Rabu (15/11/2017), Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Kotim, melaksanakan kegiatan tradisi budaya “Mandi Safar” di Sungai Mentaya.

Kegiatan ini dipusatkan di lokasi Icon Patung Jelawat, namun saat pelaksanaan Mandi Safar dipusatkan di Dermaga Habaring Hurung Sampit. Untuk memeriahkan acara tersebut, panitia juga menggelar berbagai lomba yaitu, lomba melukis dan mewarnai, lomba fashion show anak dan remaja, lomba tari daerah, bazar kue tradisional serta lomba maulid al habsyi.

Mandi Safar merupakan tradisi budaya yang sudah ada sejak dulu. Tradisi ini yaitu mandi bercebur di Sungai Mentaya sebagai simbol membersihkan diri sekaligus harapan agar diri bersih dan terhindar dari hal-hal yang tidak baik.

Tradisi Mandi Safar biasanya dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Safar. Tradisi ini dipimpin oleh seorang tokoh adat, dengan melakukan semacam ritual menggunakan daun sawang yang selanjutnya digunakan warga saat bercebur ke sungai. Setelah berdoa bersama, warga kemudian beramai-ramai mandi bercebur di sungai mentaya.

Kotawaringin Timur - Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kembali kegiatan penyegaran serta simulasi logistik dan posko di Regional Kalimantan. Kegiatan yang akan dilaksanakan mulai tanggal 14-18 november 2017 dibuka langsung oleh Bupati sekaligus Ketua PMI Kabupaten Kotawaringin timur H.Supian Hadi.Si.kom. Ketua PMI Kabupaten Kotawaringin Timur ini sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang di adakan di daerah Sampit Kecamatan Baamang ini.

"Selama saya menjadi Ketua PMI dan Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur saya siap dan mendukung apapun kegiatan yang di adakan oleh PMI Pusat" kata Bupati Kotawaringin Timur

Selama empat hari peserta dari relawan dan staff PMI dari berbagai daerah pulau kalimantan, Petugas Damkar, BPBD, Satgana dll akan diberikan pembekalan teknis dan pengetahuan penanganan posko dan logistik oleh fasilitator dari berbagai provinsi dan juga kelapa gudang logistik PMI dari berbagai regional.

Menurut Sunarbowo Sandi kepala markas PMI Pusat saat memberikan sambutan mengatakan Kegiatan ini merupakan upaya aktualisasi dan faktualisasi logistik dan posko dalam menjalankan peran dan fungsinya dalam penanganan bencana di PMI khususnya dalam tanggap darurat bencana.

"Logistik dan posko menjadi ujung tombak tercapainya pelayanan PMI dalam bidang penanganan bencana yang cepat, tepat dan terkoordinasi." Ucap sambutan kepala markas PMI pusat

Sementara itu saat berpidato, Masfuri kepala posko PMI pusat sekaligus ketua pelaksana mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal pengolalaan logistik dan posko, armada dan pengadaan, membangun sinergi antara logistik dan posko dengan sektor terkait di internal PMI, membangun komitmen bersama terkait dengan alur komunikasi dan pelaporan logistik dan posko dan membentuk tim respon cepat dalam hal logistik dan posko, mengindentifikasi zona atau wilayah kalimantan tengah.

Kali ketiga PMI pusat menyelengarakan kegiatan serupa yang sebelumnya di laksanakan di Pangandaran Jawa barat dan Muko-muko Provinsi Bengkulu ucap Ilham staff biro sarana dan prasarana PMI Pusat.

Sampit - Wakil Bupati Kotawaringin Timur Drs. HM.Taufiq Mukri bertindak sebagai Inspektur Upacara, yang dalam amanatnya membacakan pidato tertulis Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa pada upacara Peringatan Hari Pahlawan di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Jum’at (10/11/2017).

Saat membacakan sambutan Mensos itu, Ia menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan ini untuk mengenang jasa para Pahlawan yang mendahului kita yang rela berkorban jiwa dan raganya untuk kemerdekan Negara Republik Indonesia yang bisa kita rasakan sampai saat ini.

"Sehingga saat ini kita semua bisa menikmati hidup di bumi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bangsa yang sederajat dengan bangsa lain, bangsa yang menyadari tugas sejarahnya untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," lanjutnya.

Peringatan Hari Pahlawan kali ini mengambil tema "Perkokoh Persatuan Membangun Negeri". Tema tersebut dimaksudkan bahwa setelah kemerdekaan diraih, maka tahapan selanjutnya adalah bangsa Indonesia harus bersatu untuk bisa memasuki tahapan bernegara selanjutnya yakni berdaulat, adil, dan makmur.

Upacara dalam rangka memperingati hari pahlawan ini dihadiri jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Anggota DPRD Kotim, Kepala SOPD, Polres Kotim, TNI AD, ASN, Mahasiswa, Pelajar serta para Veteran di Kab.Kotim

 

Hubungi Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur :