Diana Irawati

Diana Irawati

Bertempat di Gedung Wanita Sampit pada hari Rabu 24 April 2019 Pemkab Kotim melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah telah melaksanakan Lomba Tangkas Terampil Koperasi (LTTK) yang diikuti oleh 11 peserta yaitu : SMAN 1 Sampit, SMAN 2 Sampit, SMAN 3 Sampit, SMAN 4 Sampit, SMKN 1 Sampit, SMKN 2 Sampit, SMKN 3 Sampit, SMKN 4 Sampit, SMK Muhammadiyah Sampit, MAN Sampit, dan SMAN 1 Kota Besi. Acara dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kab.Kotim, Kepala Dinas Koperasi UKM, yang mewakili Kepala-kepala SOPD, Para Guru Pendamping, dan Dewan Juri. Bupati Kotawaringin Timur yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kab.Kotim H. Nur Aswan, SH dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Lomba Tangkas Terampil Koperasi (LTTK) dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan memotivasi pemahaman dan pengertian bagi siswa-siswi SLTA tentang arti perkoperasian khususnya kepada generasi muda atau yang sering disebut generasi milenial. Lomba Tangkas Terampil Koperasi (LTTK) merupakan lomba perkoperasian tingkat SLTA sebagai wujud implementasi serta pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Lomba ini bertujuan untuk memberikan bekal dan pemahaman bagi peserta didik tentang perkoperasian sebagai pilar perekonomian nasional. Lomba ini juga bertujuan untuk menjalin keakraban antar sesama peserta didik di Kabupaten Kotawaringin Timur guna menumbuhkan jiwa sportifitas dan semangat membangun bangsa. Memasyarakatkan koperasi harus sudah dilakukan sejak dini, hal ini dapat dilakukan melalui gerakan masyarakat sadar koperasi dan khususnya dunia pendidikan sehingga setelah anak didik menyelesaikan pendidikannya dapat menjadi perpanjangann tangan pemerintah di tengah masyarakat, sehingga untuk memasyarakatkan koperasi dapat terwujud. Kegiatan Lomba Tangkas Terampil Koperasi (LTTK) ini merupakan upaya penuh untuk memperkenalkan koperasi lebih dekat dengan para pelajar, sehingga LTTK ini bukan hanya untuk mencari kemenangan semata tetapi berperan dalam membangun perkoperasian di Indonesia khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kepala Dinas Koperasi UKM Kab.Kotim Kartina Purba, SH dalam paparannya mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membekali generasi milenial agar ilmu koperasi bisa tertanam dalam kehidupan sehari-hari, jadi tujuannya bukan untuk mencari kemenangan. Kepada para pemenang akan diberikan tropy dan hadian berupa uang, dan kepada pemenang I akan mewakili Kabupaten Kotawaringin Timur pada Lomba Tangkas Terampil Koperasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya. (HAR)
Kepolisian Resort (Polres) Kotim menggelar apel gelar pasukan Operasi Keselamatan 2019 di halaman Mako Polres Kotim, Senin (29/4/2019). Apel gelar pasukan tersebut, dilaksanakan secara serentak guna meningkatkan kesadaran berlalu lintas untuk meminimalisir angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan. Apel dipimpin oleh Waka Polres Kotawaringin Timur Kompol Dhovan Oktavianto, SH. S.i.k, M.Si, diikuti Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, para Kabag, Kasat, Kapolsek, Perwira Polres Kotawaringin Timur, para Brigadir, ASN Polres Kotawaringin Timur, Pelajar, PKS, Saka Bhayangkara, Club Motor, Ojek Online Sampit dan Peserta Apel Gelar Pasukan. Dalam sambutan Wakapolres Kotim menghimbau Apel Gelar Pasukan ini dilaksanakan Pasca Pileg dan Pilpres Tahun 2019 serta cipta kondisi menjelang Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah. Dan untuk mengetahui sejauh mana persiapan personil dalam mendukung kegiatan operasi bisa berjalan dengan optimal sesuai tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan. Perlu diketahui bersama bahwa Pelanggaran tilang Tahun 2017 sejumlah 833.007 kasus, pada Tahun 2018 sejumlah 1.243.047 kasus atau ada kenaikan (49%). Teguran Tahun 2017 sejumlah 833.607 pelanggaran, teguran 2018 sejumlah 891.525 pelanggaran atau ada kenaikan (7%). Walaupun jumlah pelanggaran cenderung mengalami kenaikan namun jumlah kecelakaan lalu lintas Tahun 2017 yang semula berjumlah 5.556 kejadian pada tahun 2018 jumlah kecelakaan lalu lintas menurun menjadi 4.096 kejadian atau ada penurunan (-26%). Sedangkan korban meninggal dunia Tahun 2017 sejumlah 1.605 orang, korban meninggal dunia Tahun 2018 sejumlah 1.134 orang atau ada penurunan (-29%). Untuk korban luka berat Tahun 2017 sejumlah 819 orang, korban luka berat Tahun 2018 sejumlah 542 orang atau ada penurunan (-34%). Korban luka ringan Tahun 2017 sejumlah 6.470 orang, korban luka ringan Tahun 2018 sejumlah 4,799 orang atau ada penurunan (-26%). Pelaksanaan operasi kali ini ada beberapa prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran operasi karena berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, antara lain; Pengemudi menggunakan handphone; pengemudi melawan arus; pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu; pengemudi di bawah umur; menggunakan bahu jalan bukan peruntukannya, pengemudi kendaraan bermotor dibawah pengaruh alcohol/miras /narkoba dan pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan maksimal. Diakhir sambutannya beliau berpesan kepada seluruh peserrta apel dan masyarakat Kotawaringin Timur pada umumnya untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap POLRI dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas. (ONO)
BPBD Kab. Kotawaringin Timur Prov Kalteng, dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2019. Acara dibuka oleh Kalaksa BPBD Kab Kotim Ir M Yusuf, MT, dalam sambutannya Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana dilaksanakan serentak se-Indonesia dengan lomba dan simulasi penanggulangan Karhutla agar masyarakat mendapat wawasan dan partisipasi dalam mencegah bencana sehingga terhindar dari dampak kerugian harta benda dan jiwa agar siap untuk selamat, tangguh dan mandiri. Kegiatan ini dimeriahkan dengan lomba mewarnai gambar Penanggulangan Karhutla yang diikuti oleh siswa dan bunda dari 20 sekolah Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal se-kota Sampit didampingi kepala sekolah dan guru dengan Juara I (Chira Amadia / TK Baiturahim), Juara II (Rahmad Hidsyat / RA Perwanida), Juara III (Vin Tiara Adianur / RA Perwanida), Juara Harapan 1 (Nora / TK Tunas Bangsa Smart), Juara harapan 2 (Naura Zahra Putri / TK Negeri Pembina) Juara harapan 3 (Nazhifa Rahmadani / TK Arafah). Kegiatan dilaksanakan di Taman Kota Sampit, Jum’at (26/4), turut hadir Dandim 1015, Polres, Disdik, DLH, Orari, Senkom, MDMC Kotim / Kokam PD Muhammadiyah, PMI, DPKP, Manggala Agni. Dirangkai dgn simulasi pemadaman api oleh Damkar, Manggala Agni, TRC BPBD serta pertolongan dan evakuasi korban bencana asap melibatkan siswa, guru dan orang tua. Kegiatan diikuti ± 400 peserta. Acara berlangsung sangat meriah dan kesan yang mendidik masyarakat agar dapat ikut serta dalam mencegah dan menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan sejak dini serta Siap untuk Selamat, tangguh dan mandiri sesuai tema hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2019. Simulasi yang digelar di Taman kota sempat mengundang perhatian masyarakat sekitar karena kepulan api dan asap tebal diiringi sirine mobil damkar dan ambulan memberikan kesan dan pengalaman nyata bagaimana regu Damkar. Regu Tim Reaksi Cepat BPBD dan regu Manggala Agni cekatan dan profesional dilapangan dalam memadamkan api dengan peralatan mobil unit, mesin pompa, jet shooter dan kepyok. Sementara PMI, Orari, rescue BPBD dan Muhamadiah Disaster Management Centre (MDMC) Kotim dan Senkom pokus pd evakuasi, pertolongan korban cedera, fraktur, luka pingsan akibat asap serta rujukan ke RS pada korban yang luka berat. Agus Mulyadi (Koord Acara BPBD Kab Kotim Kalteng)
Sejumlah 25 siswa SMP IT Arafah Sampit dan 1 orang guru pembimbing melaksanakan kunjungan belajar ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (27/4). Kegiatan ini merupakan program / agenda rutin sekolah mengenai Parent Teaching oleh Bapak / Ibu Wali murid. Selama kunjungan di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur, siswa SMP IT Arafah Sampit di perkenalkan tentang tugas dan fungsi Dinas Komunikasi dan Informatika dan siswa juga di ajak ke Ruang Server dan Command Center. Terlihat para siswa sangat antusias mendengarkan penjelasan yang disampaikan. Diharapkan dengan kunjungan tersebut dapat menambah wawasan mengenai pekerjaan di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur dan sebagai bahan pembelajaran baru bagi siswa.
Kamis, 02 Mei 2019 06:45

PWI Kotim Gelar Konferensi 2019

Bertempat di Gedung RM Cianjur Jalan Jenderal Sudirman Sampit Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Konferensi, Kamis (2/5). Acara dibuka oleh Wakil Bupati Kotim Drs. HM. TAufiq Mukri SH, MM. Turut hadir Ketua PWI Provinsi Kalimantan Tengah beserta rombongan pengurus, unsur FKPD Kab.Kotim, Kepala SOPD, Ketua PWI Kabupaten Kotim beserta Anggota, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Pemuda, Para Wartawan Media Cetak dan Elektronik. Adapun Tema yang diusung yaitu “ Tingkatkan Profesionalitas Wartawan Dalam Mengawal Pembangunan Dan Kehidupan Berdemokrasi”. Dalam Sambutan Bupati Kotawaringin Timur yang dibacakan oleh Wakil Bupati mengajak seluruh insan pers yang hadir dalam konferensi ini, agar senantiasa memupuk kesadaran dan komitmen Wartawan Indonesia untuk berperan serta dalam pembangunan bangsa dan negara, terutama Kabupaten Kotim, sekaligus meningkatkan profesionalitas dengan mentaati Kode Etik Jurnalistik, melawan segala jenis hoax dan ujaran kebencian serta unsure provokasi, demi citra, kredibilitas dan integritas Wartawan serta Organisasi PWI. Keberadaan Organisasi PWI di Kabupaten Kotim ini sangat penting untuk menaungi dan menjamin terjaganya kinerja wartawan yang professional dan benar-benar memahami Kode Etik Jurnalistik. Sehingga wartawan yang tergabung dalam organisasi ini benar-benar kompeten serta dilindungi dan patuh kepada Undang-undang serta Dewan Pers Nasional. Selain itu, kehadiran PWI juga hendaknya mengambil peran dalam memberikan edukasi serta pembinaan kepada para wartawan sehingga mereka benar-benar memahami tentang Aturan Undang-undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Terutama dengan menyuguhkan dan menyajikan informasi yang cerdas, berisi dan mendidik dalam menyongsong pesatnya era milenial yang identik dengan kemajuan teknologi dan dinamika dalam kehidupan berdemokrasi. Hal ini juga mengingat keberadaan Organisasi PWI, merupakan salah satu mitra pemerintah untuk sarana penyampaian informasi, baik dari pemerintah kemasyarakat, maupun sebaliknya di era pesatnya transformasi media saat ini. Beliau juga berpesan bahwa eksistensi PWI Kabupaten Kotim harus diupayakan sebagai perekat dan pemersatu insan pers, mengingat media dan insan pers juga mitra pemerintah dan sebagai modal dalam mewujudkan percepatan pembangunan Kabupaten Kotim. Selain itu, sumbang saran, kritik membangun disertai solusi dari para Insan Pers dan Media Massa yang bertanggung jawab, dinilai sangat berharga untuk modal pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur. Diharapkan budaya kritis dan sumbang saran tersebut mampu terus terpelihara secara santun dan bijak demi tujuan bersama untuk membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat. Diakhir sambutannya, Bupati Kotim berharap hasil dari Konferensi PWI Kotim 2019 ini nanti bisa amanah dalam menjalankan roda organisasi serta mampu meningkatkan peran dalam membina dan menaungi wartawan secara profesional, sesuai Kode Etik Jurnalistik dan Undang-undang Pers. (HAR)
Bupati Kotawaringin Timur telah mengukuhkan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kotawaringin Timur yang dilaksanakan di Aula Anggrek Tebu Kantor Bupati Kotawaringin Timur, Senin (29/4). Acara dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kab.Kotim, Anggota DPRD Kab.Kotim, Pimpinan Baznas Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Kantor Kementrian Agama Kab.Kotim, yang mewakili Kepala-kepala SOPD, dan tokoh masyarakat. Bupati Kotawaringin Timur yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kab.Kotim H. Nur Aswan, SH dalam sambutannya mengatakan bahwa atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengucapkan Tahniah (Selamat) kepada pimpinan Baznas Kabupaten Kotawaringin Timur Periode 2019-2024, semoga dengan dikukuhkannya pimpinan yang perdana ini, kami mengharapkan kinerja pimpinan Baznas lebih optimal, sehingga keberadaannya senantiasa dapat di rasakan seluruh lapisan masyarakat. Keberadaan Baznas sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural di bawah naungan Kementrian Agama, merupakan instrumen untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan dalam mengelola zakat yang dikeluarkan masyarakat khususnya umat Islam, serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekaligus penanggulangan kemiskinan di negara kita khususnya Kabupaten Kotawaringin Timur. Zakat merupakan salah satu instrumen kunci dalam menumbuhkan dan meningkatkan perekonomian. Zakat selain dapat membantu beban pemerintah dalam menangani masalah-masalah sosial, secara tidak langsung dapat membantu APBN dan APBD. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum lahirnya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat berperan dalam pengembangan dan pemberdayaan zakat. Untuk itu menurut kami, ada empat faktor yang mendukung keberhasilan dari zakat ini. Pertama, yaitu regulator. Dari pemerintah sudah cukup banyak dan lengkap dari undang-undang, peraturan pemerintah, instruksi presiden hingga peraturan Badan Amil Zakat Nasional. Untuk diketahui saat ini sudah banyak regulasi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah terkait dengan peraturan perundang-undangan melalui pengelolaan zakat yakni, Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2011 dan penjelasannya, Peraturan Pemerintah RI Nomor 14 Tahun 2014, Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2014, Peraturan Badan Amil Zakat Nasional 01 Tahun 2014, dan Peraturan Badan Amil Zakat Nasional Nomor 02 Tahun 2014, Peraturan Badan Amil Zakat Nomor 01 Tahun 2016 dan Peraturan Badan Amil Zakat Nasional Nomor 02 Tahun 2016. Peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kelembagaan Baznas yakni Keputusan Presiden RI Nomor 3 Tahun 2011 tentang Badan Amil Zakat Nasional. Peraturan Menteri Agama Nomor 116 Tahun 2014 tentang Pembentukan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi. Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor Dj. BMI Tahun 2014. Peraturan Baznas Nomor 01 Tahun 2014 tentang pengajuan pertimbangan pimpinan Baznas. Peraturan Baznas Nomor 02 Tahun 2014 tentang Pemberian Rekomendasi Pembentukan LAZ. Peraturan Baznas Nomor 03 Tahun 2014 tentang Organisasi Baznas Provinsi dan Baznas Kabupaten Kota. Peraturan Baznas Nomor 04 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Baznas dan Surat Keputusan Nomor 66 Tahun 2015 tentang Pengangkatan Anggota Baznas. Selain itu Peraturan Perundang-undangan Terkait Zakat Pengurang Penghasilan Kena Pajak yakni Peraturan Pemerintah RI Nomor 60 Tahun 2010 dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 33/PJ/2011. Regulator dari Allah, sudah jelas dinyatakan dalam Al-Qur’an, bahwa kata-kata zakat selalu digandengkan dengan kata sholat “Aqimusshalat Wa Aatuzzakah”, bahkan sampai 33 kali. Dan ini artinya jika sholatnya mantap, tapi zakatnya tidak maka sia-sialah sholatnya. Kami menilai saat ini zakat merupakan rukun islam yang terlantar, sedangkan rukun islam yang lain seperti, syahadat, shalat, puasa apalagi haji, bahkan sampai sekarang sudah ada yang rela menunggu hingga 18 tahun. Kedua, yakni Motivator, kami meminta Kantor Kementerian Agama dapat menjadi motor penggerak dari gerakan sadar zakat ini. Dan kami sangat menekankan peran penting Kantor Kementerian Agama sebagai motivator menyadarkan masyarakat untuk mengeluarkan zakat, agar upaya tersebut bisa dilakukan dalam bentuk sosialisasi, seminar, pelatihan dan lain-lain. Ketiga, yaitu Koordinator sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pimpinan Baznas merupakan koordinator dalam hal pengumpulan zakat dan pendistribusiannya dan diharapkan mampu membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di masing-masing SOPD, Kecamatan, Kelurahan dan Desa. Keempat, yaitu Fasilitator dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur yang insya allah akan memberikan fasilitas kepada Pimpinan Baznas Kabupaten Kotawaringin Timur untuk mengalokasikan pembiayaan Baznas Kabupaten Kotawaringin Timur yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Sesuai Keputusan Bupati Kotawaringin Timur Nomor 188. 45/171/Huk-Kesra/2019 tentang Penetapan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kotawaringin Timur Masa Bhakti 2019-2024 yaitu: H. SARIFUDDIN Jabatan Ketua BAZNAS H. SYUKRI SAID, SH Jabatan Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan H. ABDUL KHOLIQ, LC., MBA Jabatan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan DRS. SAHLIN Jabatan Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan DRS. HAIDINNOR Jabatan Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, Sumber Daya Manusia dan Umum

Rabu, 01 Mei 2019. Festival budaya kembali di gelar oleh BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa ) Universitas Muhammadiyah Malang. Festival ini bernamakan " Arkamaya Budaya 2.0 " , dan festival ini sengaja rutin digelar sejak tahun 2018 silam bertujuan untuk memperkenalkan budaya se-Nusantara yang di himpun beberapa organisasi daerah di kota Malang. Ada beberapa jenis lomba pada rangkaian acara ini, diantaranya : (1) Penampilan Gebyar Seni dan Budaya ( Penampilan Seni Tari ), (2) Gelar Budaya Terbaik ( Pameran Stan Budaya ) , (3) Peragaan Busnaa Terbaik ( Fashion Show ), (4) Parade Budaya, (5) Fotografi Organisasi Daerah IPMK MALANG (Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotawatingin Timur) menjadi salah satu peserta dalam kegiatan Arkamaya Budaya 2.0 ini. Organisasi IPMK Malang ini merupakan organisasi kedaerahan yang berasal dari Kabupaten Kotawaringin Timur yang bergerak di kota malang, tentu semua pengurus dan anggota yang terhimpun dari organisasi ini berasal dari tanah kelahiran Kabupaten Kotawaringin Timur. IPMK Malang selalu menjadi sorotan di kota Malang, hal ini terbukti dengan beberapa gelar prestasi yang diraih oleh organisasi ini, baik dari bidang olahraga seeprti Futsal ataupun bidang kesenian yang selalu di ikuti dalam acara festival-festival budaya yang di gelar di Kampus-kampus Kota Malang. Arkamaya Budaya 2.0 yang di gelar oleh BEM UMM menjadi saksi kebahagiaan Kabupaten Kotawaringin Timur, karena pada acara tersebut organisasi IPMK MALANG mendapatkan gelar Juara Umum. Dari beberapa jenis lomba yang ada, IPMK Malang menjadi salah satu yang paling banyak mendapatkan gelar juara di Arkamaya Budaya 2.0. Gelar juara yang di raih oleh Organisasi IPMK Malang di antaranya : (1) Juara 3 Gelar Budaya Terbaik Gebyar Seni dan Budaya, (2) Juara 1 Peragaan Busana Terbaik, (3) Juara 1 Gelar Budaya ( Pameran Stan Budaya ). Dedi Rizaldi sebagai Ketua Umum IPMK Malang menyampaikan bahwa, " Alhamdulillah selalu bersyukur , bahwa IPMK Malang di banjiri banyak prestasi di tahun ini. 2 minggu yang lalu kita menjuarai Futsal tingkat organisasi daerah se-Nusantara dan sekarang kita menjuarai di festival budaya UMM. Semua ini berkat keras semua pengurus dan anggota IPMK Malang. Persiapan 2 bulan untuk acara ini dan akhirnya hasil yang kita dapat sesuai dengan proses yang kita lalui. Harapanya kawan-kawan semua tetap rendah hati, dan mari kita terus memeperkenalkan budaya Habaring Hurung di kota Malang. Dan saya berharap, agar Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk bisa mensupport fasilitas kesenian daerah kita untuk IPMK Mlaang, agar kami disini lebih giat dan semangat lagi untuk memperknalkan budaya Habaring Hurung. Uji Ari Wiranto sebagai Wakil Ketua Umum IPMK Malang juga menyampaikan bahwa, " Puji Syukur selalu kita ucapkan atas raihan gelar ini. Saya sangat bangga dengan hasil yang di dapat. Semangat teman-teman untuk mempersiapkan segala kebutuhan di acara Arkamaya ini sungguh luar biasa. Bayangkan saja ada beberapa teman-teman yang sampai tidak tidur untuk membuat Huma Betang, semua ini dilakukan hanya untuk memperkenalkan budaya Habaring Hurung di kota Malang. Harapanya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus mensupport kegiatan kita. Karena IPMK Malang tidak hanya aktif mengikuti di kegiatan eksternal, tapi IPMK Malang juga aktif dalam menggelar kegiatan seperti Kotim Cup , Festival Seni Kalimantan, bahkan kegiatan sosial lainya untuk menunjang hubungan baik antara mahasiswa asal Kotim dan masyarakat Malang. IPMK Malang tahun ini menunjukan eksistensinya sebagai keOrganisasian Daerah yang aktif dan dinamis dalam memperkenalkan budaya Habaring Hurung di kota Malang. Sesuai dengan prinsipnya bahwa IPMK Malang selalu tetap melestarikan budayanya dan terus membimbing bakat minat sumber daya manusianya agar tetap berkembang dan terus berkarya di kota Malang yang outputnya untuk bumi habaring hurung. Terakhir, Rahman selaku Official IPMK Malang menyampaikan bahwa, " Hasil tidak pernah berkhianat dengan proses. Proses yang kita lalui sangat luar biasa dari merasakan lelah, letih, bahkan sampai tidak tidur untuk menyiapkan kegiatan ini. Dan ternyata proses itu terbayarkan dengan gelar juara yang di dapat. Tetap semangat dan terimakasih atas partisipasi kawan-kawan. (IPMK Malang)

Pemanfaatan lahan pekarangan kantor oleh Dinas Pertanian dilaksanakan dalam rangka mendisplaykan tanaman pangan,hortikultura bagi para ASN maupun masyarakat yang berkeinginan memanfaatkan lahan yang sempit untuk melakukan budidaya sayuran organik. Kegiatan ini dikenal dengan Obor Pangan Lestari (OPAL) fungsinya sebagai bentuk budidaya lahan pekarangan kantor untuk ditanami tanaman pangan, hortikultura yang ditata rapi sedemikian rupa sehingga sedap dipandang mata bagi siapa saja yang berkunjung.Jangka pendek pelaksanaan OPAL adalah untuk pemanfaatan lahan perkantoran sebagai penyedia pangan dansebagai percontohan yang dapat ditiru bagi masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan.Selain dijadikan tempat budidaya tanaman pangan, hortikultura. OPAL ini juga dijadikan sebagai pusat informasi budidaya dan teknologi serta dijadikan tempat pengembangan pusat pembibitan. Pembibitan yang telah menghasilkan bibit kedepannya diharapkan mampu menularkan ke masyarakat sekitar yang ingin memperoleh bibit untuk dikembangkan di halaman rumah masing-masing / Keluarga. Kementrian Pertanian mengalakkan Ketahanan Pangan nasional dimulai dari keluarga/rumah tangga.Ketersediaan Pangan di tingkat keluarga sangat berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat serta meningkatnya kesejahteraan. Diharapkan jangka panjangnya konsumsi pangan masyarakat menjadi lebih beragam, bergizi seimbang dan aman, mampu meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat, meningkatkan pendapatan rumah tangga, meningkatkan akses pangan keluarga, konservasi sumber daya genetik lokal, dan mengurangi jejak karbon serta emisi gas pencemar udara. OPAL ini juga merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya stunting. Diharapkan ke depannya di Kabupaten Kotawaringin Timur masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SOPD) memiliki Obor pangan Lestari (OPAL) di pekarangan kantornya. Sumber : Dinas Pertanian Kab Kotim

Dinas P3AP2KB Kabupaten Kotawaringin Timur mengadakan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) di Aula BAPPEDA Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu(11/12) yang dipimpin oleh Kepala Dinas P3AP2KB ibu Ir. Hj. Ellena Rosie, MM. Hadir di acara tersebut yaitu perwakilan SOPD, PWI, LSM Lentera Kartini dan tamu undangan. Dalam sambutannya ibu Ir. Hj. Ellena Rosie, MM mengatakan bahwa program Kabupaten Layak Anak (KLA) dari DP3AP2KB tidak bisa berjalan sendiri tapi perlu adanya sinergi dan terpadu antar SOPD supaya berjalan dengan lancar dan tahun ini Kabupaten Kotawaringin Timur program KLA masih dalam tahap inisiasi menuju Pratama seperti Kabupaten Katingan dan Lamandau.

Pembukaan Festival Tandak Intan Kaharingan Ke - X Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2019, yang mana Sampit diberi kepercayaan sebagai Tuan Rumah Penyelengga Perhelatan Akbar yang dilaksanakan setiap 2 (dua) tahun sekali, Sabtu (21/12) di Balai Basarang, Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur. Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur Drs. H. M. Taufiq Mukri, SH., MM, Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Tokoh Masyarakat, Camat dan Lurah se Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah dalam upaya Pembangunan Mental Spiritual di samping Kegiatan Pembangunan Fisik Material karena melalui kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan akan tumbuh manusia-manusia yang berbudi pekerti luhur bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (bid-pikp-rk)