Kamis, 21 Februari 2019 07:22

Polres Kotim Gelar Apel Dalam Rangka Hari Peduli Sampah Nasional

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional tanggal 21 Pebruari, jajaran Polres Kotawaringin Timur telah melaksanakan Apel bertempat di TPA Sampah Jln Sudirman KM. 14 Sampit. Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel, S.I.K. Apel dihadiri oleh Dandim 1015 Sampit, Danki 631 Antang Yon Raider Sampit, Dan Yon B Sat Brimob Polda Kalteng,Kadis Lingkungan Hidup Kab. Kotim, Kadis PUPR Kab. Kotim, Wakapolres Kotim, Kabag, Kasat, Kasi, Perwira dan Kapolsek jajaran Polres Kotim, Bhayangkari dan diikuti oleh Anggota Polres Kotim, Brimob, Airud, Kipan A 631, Bhayangkari dan para Petugas Kebersihan.

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional tanggal 21 Pebruari, jajaran Polres Kotawaringin Timur telah melaksanakan Apel bertempat di TPA Sampah Jln Sudirman KM. 14 Sampit. Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel, S.I.K. Apel dihadiri oleh Dandim 1015 Sampit, Danki 631 Antang Yon Raider Sampit, Dan Yon B Sat Brimob Polda Kalteng,Kadis Lingkungan Hidup Kab. Kotim, Kadis PUPR Kab. Kotim, Wakapolres Kotim, Kabag, Kasat, Kasi, Perwira dan Kapolsek jajaran Polres Kotim, Bhayangkari dan diikuti oleh Anggota Polres Kotim, Brimob, Airud, Kipan A 631, Bhayangkari dan para Petugas Kebersihan.

Kapolres Kotawaringin Timur dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa bulan Pebruari ini telah ditetapkan sebagai bulan Peduli Sampah dan tanggal 21 Pebruari ditetapkan sebagai Hari Sampah Nasional. Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dipicu oleh terjadinya tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Jawa Barat pada tanggal 21 Pebruari 2005. Penyebab longsor tersebut diduga karena curah hujan yang sangat tinggi serta ledakan gas metana yang terperangkap dalam timbunan sampah. Akibat longsoran gunungan sampah tersebut menelan lebih dari 150 jiwa yang mayoritas penduduk sekitar TPA yang bekerja sebagai pemulung, kemudian dinyatakan sebagai bencana lingkungan. Sampah bisa menjadi musibah tetapi juga bisa menjadi berkah, dengan mengingat tragedi tahun 2005 silam mari kita bersama menyikapi jangan sampai ada bencana yang disebabkan oleh sampah. Melalui peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) kita ingatkan kembali untuk peduli terhadap permasalahan sampah. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, jumlah konsumsi masyarakat dan rendahnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar membuat permasalahan sampah semakin pelik. Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah dengan meminimalisir sampah. Memilah sampah secara mandiri merupakan salah satu cara untuk mengurangi timbunan sampah di TPS. Apabila masing - masing orang telah bisa melakukan pemilahan antara sampah organik dan non organik maka timbunan sampah akan dapat dikurangi. Dampak yang memprihatinkan akibat timbunan sampah yaitu sampah yang menyumbat got atau irigasi sehingga mengakibatkan bencana banjir, sampah yang berserakan dimana - mana sehingga menimbulkan penyakit dan lingkungan yang tidak sehat, bahkan sampah yang berada di laut yang bisa menjerat tubuh satwa yang hidup di laut. Sampah bisa menjadi kawan atau lawan itu tergantung dari kita sendiri, bila menjadi kawan sampah akan banyak manfaat untuk kita, namun bila sampah tidak dapat kita kelola dengan baik pastinya akan menjadi lawan yang akan berakibat timbulnya penyakit yang merusak lingkungan, maka dari itu semua orang harus bertanggung jawab akan lingkungannya terhadap sampah. Sebagai daya ungkit dan meningkatkan budaya bersih mari kita jaga kebersihan di lingkungan masing - masing dengan menumbuhkan budaya 3R (REUSE, REDUCE, RECYCLE) diawali dengan mereduksi sampah secara mandiri yang dimulai dari diri sendiri. Dengan mereduksi dan mendaur ulang sampah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat, maka volume sampah akan menurun. Dengan momentum ini kita semua berharap masyarakat peduli terhadap sampah yang bertujuan agar tercipta lingkungn bersih dan sehat. Namun hal itu hanya tujuan antara saja, tujuan utamanya adalah menciptakan masyarakat yang sehat agar kualitas sumber daya manusianya juga bagus. Pada kesempatan tersebut juga di adakan penyerahan bingkisan kepada para petugas kebersihan.

Baca 125 kali Terakhir diubah pada Rabu, 12 Februari 2020 03:27