Print this page

Gelar Teknologi Jarwo Super Mendukung Upsus Pajale Kalteng

15 September 2017

Sebagai komoditi strategis padi merupakan prioritas pertama komoditi yang terus dan harus dikembangkan, karena menyangkut kebutuhan hidup masyarakat. Komoditi ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan baik sosial, ekonomi, budaya maupun politik. Hingga sekarang padi atau beras sangat berperan sebagai pangan utama dan sebagai sumber perekonomian sebagian besar penduduk Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Pertanian Kotim berupaya meningkatkan produksi padi dan swasembada pangan khususnya padi atau beras dan mendukung upaya pembukaan lahan yang akan ditanami padi.

Selasa (5/9) pagi Wakil Bupati Kotim menghadiri Tanam Perdana dan Gelar Teknologi Jarwo Super mendukung Upsus Pajale Kalteng di Desa Sungai Sugih, Kec. Kota Besi. Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Dr. Ir. Ferry Fahruddin Munir, M.Sc selaku Kepala BPTP Badan Litbang Kementerian Pertanian Kalteng dan Dr. Susilawati, SP, M. Si yang merupakan peneliti teladan nasional bidang Pertanian tahun 2017.

Wakil Bupati Kotim menyambut baik kegiatan tersebut mengingat kotim merupakan salah satu kabupaten yang dicanangkan sebagai sentra produksi pertanian di Kalimantan Tengah.

Jajar legowo atau sering disebut jarwo merupakan metode menanam padi dengan merekayasa jarak tanam. Dalam budidaya padi, biasanya tanaman yang ada di pinggir sawah menghasilkan panen lebih banyak dibanding yang ada di tengah. Dengan sistem jarwo, jarak penanaman padi direkayasa seolah-olah semua tanaman ada di pinggir sawah.

 

Pada penanaman ini, para petani tidak lagi menanam padi secara manual tetapi menggunakan Rice tranplanter. Rice tranplanter bekerja seperti layaknya orang menanam padi dengan menancapkan bibit padi ke dalam tanah persawahan secara teratur yaitu satu buah bibit pada tiap satu titik tanam. Mesin ini dijalankan oleh dua orang yang sejajar dengan pekerjaan yang dikerjakan oleh puluhan orang. Untuk menanam padi seluas 1 hektar hanya memerlukan waktu 2-3 jam, yang jika dikerjakan manusia akan menghabiskan waktu hingga 10 hari.

Kabupaten Kotawaringin Timur telah memiliki banyak lumbung padi antara lain  di daerah lempuyang, Kota Besi, dan beberapa tempat lainnya. Dari seluruh kebutuhan beras di wilayah Kotim kurang lebih 18.000 kg yang diharapkan mampu terpenuhi melalui hasil panen dalam kegiatan penanaman serentak tersebut. (photo by: @Prokom_kotim)

Read 161 times Last modified on Rabu, 20 September 2017 06:23