08 November 2017

Sampit - Jagung (Zea mays) adalah komoditas pangan yang menjadi sasaran pengembangan dan peningkatan produksi hingga swasembada di era Pemerintah Presiden Joko Widodo, mengingat jagung memegang peranan penting dalam mendukung ketahanan.

Tahun 2017 Kabupaten Kotawaringin Timur mendapat target pengembangan tanaman jagung seluas 1.303 Ha yang tersebar di setiap Kecamatan potensial. Dari luasan yang ditargetkan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi jagung Kotawaringin Timur sekaligus ikut andil dalam memenuhi kebutuhan akan produk jagung dalam negeri.

Permasalahan yang dihadapi oleh petani di lokasi pengembangan jagung adalah belum familiarnya petani dengan penanaman jagung dalam jumlah yang luas.

Untuk menggerak dan memotivasi petani agar lebih tertarik dalam membudidayakan tanaman jagung, Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur telah membuat 5 (lima) unit percontohan di 5 (lima) desa dalam Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian Bagendang Kecamatan Mentaya Hilir Utara yaitu Desa Sumber Makmur, Bagendang Tengah, Bagendang Hulu, Bagendang Hilir dan Natai Baru dengan luasan masing-masing 1 Ha yang di bina oleh penyuluh melalui penerapan Sekolah Lapang (SL).

Panen perdana kegiatan percontohan dan Sekolah Lapang bertempat di desa Bagendang Hilir pada hari Selasa 24 oktober 2017. Dari hasil pembinaan diperoleh data produktivitas sebesar 3.8 Ton per Ha. Jika sampel produksi tersebut dianggap mewakili produktivitas jagung Kotawaringin Timur maka jika target luasan tanam jagung tahun 2017 seluas 1.303 Ha maka produksi jagung Kotawaringin Timur tahun 2017 dapat diprediksi mencapai sebesar 4.951,4 Ton. (Sumber - Dinas Pertanian Kab. Kotim)

 
07 November 2017

Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menyelenggarakan kegiatan Tradisi Mandi Safar.  Tradisi Mandi Safar merupakan kegiatan yang unik dan setiap tahun selalu dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Tradisi ini selalu dilaksanakan tiap hari Rabu terakhir di bulan Safar, tradisi ini dikenal dengan nama “Mandi Safar” yaitu tradisi mandi dengan bercebur ke Sungai Mentaya, sungai terbesar yang ada di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin, Kalimantan Tengah.

Mandi dengan bercebur ke sungai ini mengandung filosofi membersihkan diri dari hal-hal negatif sehingga diharapkan bisa terhindar dari bala bencana dan kesialan seiring bersihnya badan usai mandi bercebur di Sungai Mentaya. Biasanya Mandi Safar ini dipusatkan di sekitar dermaga Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM). Tradisi ini diikuti dari berbagai penjuru Kota Sampit dan kawasan luar kota dengan berbekal pelampung atau ban dalam yang kemudian mereka gunakan untuk mandi di Sungai Mentaya. Sebelum seremonial mandi Safar, acara diawali dengan pembacaan doa dengan harapan Kotim dan masyarakatnya terhindar dari berbagai bencana yang mungkin saja muncul.
Tahun ini Tradisi Mandi Safar akan dilaksanakan pada tanggal 15 November 2017, tradisi  juga diramaikan dengan agenda sebagai berikut :
1. Lomba melukis dan mewarnai
2. Lomba fashion Show anak dan Remaja
3. Lomba tari
4. Penyajian kue tradisional

Satu lagi tradisi yang tidak boleh dilewatkan di bulan November ini adalah Tradisi Simah Laut. Tradisi Simah merupakan tradisi budaya yang dilakukan turun temurun oleh nelayan di Kecamatan Teluk Sampit. Kegiatan tahunan itu dilaksanakan di pantai Ujung Pandaran dan kini dikemas menarik menjadi salah satu agenda pariwisata andalan Kotim. Simah laut dipimpin seorang tokoh masyarakat atau orang yang dituakan oleh nelayan setempat. Tradisi itu mirip dengan tradisi nelayan di daerah lain, yakni melarung beberapa jenis benda ke laut. 
Sebelum acara inti, dilakukan doa bersama oleh ulama setempat  mendoakan agar kondisi laut di tahun mendatang lebih baik sehingga hasil tangkapan nelayan lebih banyak. Masyarakat juga berdoa agar diberi kese­lamatan. Usai berdoa, pemimpin acara membawa miniatur perahu dan digotong ke atas kapal. Selanjutnya, miniatur pera­hu dibawa ke tengah laut kemudian diturunkan dan dilarung ke laut. Dan pada tahun ini Tradisi Simah Laut akan dilaksanakan pada tanggal 26 November 2017.

06 November 2017

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memberikan kesempatan kepada pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti penjaringan / seleksi Beasiswa Gerbang Mentaya. Persyaratan untuk mengikuti seleksi Beasiswa Gerbang Mentaya dibagi dalam 4 kategori sebagai berikut :

1. Persyaratan Khusus Calon Penerima Beasiswa Mahasiswa Kurang Mampu;

2.  Persyaratan Khusus Calon Penerima Beasiswa Mahasiswa Tahap Akhir;

3. Persyaratan Khusus Calon Penerima Beasiswa Pelajar/Siswa, Mahasiswa Berprestasi Akademik dan Non Akademik;

4. Persyaratan Khusus Calon Penerima Beasiswa Usia Sekolah.

Ketentuan atau syarat mendapatkan Beasiswa Gerbang Mentaya bisa di Download Pengumuman dan untuk pengisian Blanko pendaftaran bisa di lihat Download Blanko.

 

Cari Berita

Kalendar Berita

« July 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            
 

Hubungi Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur :