21 November 2017

Kotawaringin Timur - Bawang Merah dan Cabai menjadi salah satu komoditi yang menjadi fokus bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kotim mengingat komoditas tersebut merupakan salah satu pemicu terjadinya inflasi. Kedua komoditas hortikultura tersebut merupakan program nasional yang digalangkan untuk dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia.

Kabupaten Kotim pada tahun 2017 mendapat alokasi kegiatan untuk bawang merah seluas 130 Ha yang terdiri dari penangkaran seluas 36 Ha dan pengembangan seluas 94 Ha. Penangkaran bawang merah di Kabupaten Kotawaringin Timur seluas 36 Ha yang tersebar di 5 (lima) Kecamatan yakni Kecamatan Telawang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kecamatan Seranau, Kecamatan Kota Besi serta dilaksanakan oleh 24 Kelompok Tani Kotim. 

Pengembangan bawang merah tahun 2017 di Kotim seluas ± 94 Ha yang tersebar di 10 (sepuluh) kecamatan yakni Kecamatan Telawang, Kecamatan MB Ketapang, Kecamatan Baamang, Kecamatan MH. Utara, Kecamatan Seranau, Kecamatan Cempaga, Kecamatan Kota Besi, Kecamatan MH. Selatan, Kecamatan Parenggean, Kecamatan Mentaya Hulu, dengan 49 Kelompok Tani.

Dalam Kegiatan Tanam Perdana Pengembangan Bawang Merah yang dilakukan pada Kamis (16/11/2017) di Gapoktan Berkat Usaha Desa Samuda Besar yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Kotim, Ir. I Made Dikantara, Camat Mentaya Hilir Selatan, Kepala Desa Samuda Besar, Kapolsek Samuda, Danramil 1015-06 Samuda, Kepala BPP dan Mantri Tani, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya Kepala Dinas mengatakan bahwa pengembangan bawang merah dialokasikan dari anggaran APBN tahun 2017. Kecamatan Mentaya Hilir Selatan mendapat alokasi seluas ±10 Ha yang dilaksanakan oleh Gapoktan Berkat Usaha. Dihimbau kepada seluruh anggota kelompok tani agar melaksanakan kegiatan tersebut dengan sebaik mungkin dan sesuai dengan rekomendasi anjuran teknologi.

Pemerintah Pusat melalui APBN mengalokasikan kegiatan pengembangan bawang merah dengan memberikan stimulan berupa benih, dekomposer, pupuk organik dan anorganik, fungisida dan insektisida serta bantuan alat mesin pertanian (Alsintan).

Pemerintah Daerah diharapkan agar pengembangan bawang merah dapat berkesinambungan dan berkelanjutan melakukan penanaman di tingkat petani yang sekaligus akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani. (Sumber - Dinas Pertanian Kab. Kotim)

16 November 2017

Rabu (15/11/2017), Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Kotim, melaksanakan kegiatan tradisi budaya “Mandi Safar” di Sungai Mentaya.

Kegiatan ini dipusatkan di lokasi Icon Patung Jelawat, namun saat pelaksanaan Mandi Safar dipusatkan di Dermaga Habaring Hurung Sampit. Untuk memeriahkan acara tersebut, panitia juga menggelar berbagai lomba yaitu, lomba melukis dan mewarnai, lomba fashion show anak dan remaja, lomba tari daerah, bazar kue tradisional serta lomba maulid al habsyi.

Mandi Safar merupakan tradisi budaya yang sudah ada sejak dulu. Tradisi ini yaitu mandi bercebur di Sungai Mentaya sebagai simbol membersihkan diri sekaligus harapan agar diri bersih dan terhindar dari hal-hal yang tidak baik.

Tradisi Mandi Safar biasanya dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Safar. Tradisi ini dipimpin oleh seorang tokoh adat, dengan melakukan semacam ritual menggunakan daun sawang yang selanjutnya digunakan warga saat bercebur ke sungai. Setelah berdoa bersama, warga kemudian beramai-ramai mandi bercebur di sungai mentaya.

15 November 2017

Kotawaringin Timur - Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kembali kegiatan penyegaran serta simulasi logistik dan posko di Regional Kalimantan. Kegiatan yang akan dilaksanakan mulai tanggal 14-18 november 2017 dibuka langsung oleh Bupati sekaligus Ketua PMI Kabupaten Kotawaringin timur H.Supian Hadi.Si.kom. Ketua PMI Kabupaten Kotawaringin Timur ini sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang di adakan di daerah Sampit Kecamatan Baamang ini.

"Selama saya menjadi Ketua PMI dan Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur saya siap dan mendukung apapun kegiatan yang di adakan oleh PMI Pusat" kata Bupati Kotawaringin Timur

Selama empat hari peserta dari relawan dan staff PMI dari berbagai daerah pulau kalimantan, Petugas Damkar, BPBD, Satgana dll akan diberikan pembekalan teknis dan pengetahuan penanganan posko dan logistik oleh fasilitator dari berbagai provinsi dan juga kelapa gudang logistik PMI dari berbagai regional.

Menurut Sunarbowo Sandi kepala markas PMI Pusat saat memberikan sambutan mengatakan Kegiatan ini merupakan upaya aktualisasi dan faktualisasi logistik dan posko dalam menjalankan peran dan fungsinya dalam penanganan bencana di PMI khususnya dalam tanggap darurat bencana.

"Logistik dan posko menjadi ujung tombak tercapainya pelayanan PMI dalam bidang penanganan bencana yang cepat, tepat dan terkoordinasi." Ucap sambutan kepala markas PMI pusat

Sementara itu saat berpidato, Masfuri kepala posko PMI pusat sekaligus ketua pelaksana mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal pengolalaan logistik dan posko, armada dan pengadaan, membangun sinergi antara logistik dan posko dengan sektor terkait di internal PMI, membangun komitmen bersama terkait dengan alur komunikasi dan pelaporan logistik dan posko dan membentuk tim respon cepat dalam hal logistik dan posko, mengindentifikasi zona atau wilayah kalimantan tengah.

Kali ketiga PMI pusat menyelengarakan kegiatan serupa yang sebelumnya di laksanakan di Pangandaran Jawa barat dan Muko-muko Provinsi Bengkulu ucap Ilham staff biro sarana dan prasarana PMI Pusat.

Cari Berita

Kalendar Berita

« June 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30  

Hubungi Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur :

Jl. A. Yani No. 118 Sampit 74322 - Kalimantan Tengah

Telpon : +625312068544
Fax : +625302068545
Email : diskominfo@kotimkab.go.id
Instagram : @kominfo.kotim
Facebook : Kominfo Kotim
Twitter : @diskominfokotim

 

Lokasi